Surat Cinta untuk Mahasiswa Baru

Oleh: Annisa Antania Hanjani

 

Akan datang kepada kalian sebuah masa yang baru. Masa yang jauh berbeda dari apa yang kalian alami sebelumnya. Masa di mana kalian akan menemukan banyak hal baru dan mengalami sebenar-benarnya hidup.

Akan datang pula teman-temanku menyambut kalian lewat serangkaian acara orientasi kampus. Mereka akan mengenalkan kepada kalian bagaimana kehidupan di kampus, perkuliahan, menghadapi dosen, dan lain sebagainya. Banyak dari mereka yang akan berkata, "Dek, jangan cuma kuliah-pulang. Mendingan ikut organisasi aja biar nambah kegiatan dan relasi,".

 

 

Dan jika kalian mendengarnya, pesanku satu: tidak usah terlalu didengarkan.

Aku dulu pernah menjadi kalian. Masuk dengan seragam hitam-putih, duduk, dan mendengarkan ini-itu tentang kampus. Aku juga mendengarkan perkataan itu dan sampai sekarang masih membekas di ingatanku.

Awalnya aku berpikir, menjadi mahasiswa yang sempurna adalah dengan mempertahankan prestasi akademik, tetapi di saat yang sama kehidupan organisasi kampus juga oke. Itu karena aku mengira organisasi kampus, baik internal maupun eksternal, hanya satu-satunya jalan untuk mengembangkan diri. Mungkin tidak hanya aku yang berpikir demikian. Mungkin lebih banyak orang lagi. Karena banyak aktivis kampus yang suka menyindir teman-temannya yang hanya kuliah-pulang. Nggak aktif lah, nggak kritis lah, apatis lah, dan lain sebagainya.

Namun, semakin lama berada di kampus, aku berpikir sebenarnya "mahasiswa sempurna" itu ternyata relatif.

Ada banyak jalan untuk mengembangkan diri dan itu tidak harus di kampus. Bisa dengan berwirausaha, ikut komunitas masyarakat, pertukaran pemuda, dan lain sebagainya. Bahkan, melakukan pekerjaan tambahan sebagai guru les privat atau ikut kursus ini-itu juga merupakan pengembangan diri. Percayalah, jika hanya untuk sekadar menambah kegiatan, kuliah-pulang pun tidak masalah.

Toh, mereka tidak tahu kan "kepulanganmu" itu untuk melakukan apa?

Kalian tidak harus turun ke jalan dan memberikan orasi untuk menjadi mahasiswa sempurna (karena menurutku itu hanya terlihat keren untuk mereka yang kuliah di era Orde Baru). Kalian tidak harus terlibat tetek-bengek acara orientasi kampus untuk dikenal sebagai mahasiswa aktif. Buat definisi "sempurna" menurut kalian sendiri dan kembangkan diri secara positif dengan berbagai jalan. Dobrak definisi "sempurna" yang sudah diyakini banyak generasi lama. Ini adalah era yang baru. Buatlah pembaruan!

Kampus bukan hanya satu-satunya tempat untuk kalian berkembang. Kampus hanya laboratorium kecil kehidupan. Jika kalian berpikir sudah siap untuk masuk ke kehidupan nyata, mengapa kalian hanya berada di laboratoriumnya saja?

Yours Truly,
 

(Sumber: Facebook Anissa Antania Hanjani)

Tuesday, June 12, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: