Surat Bantahan Untuk Alfian Tanjung

ilustrasi

Oleh : Vinanda Febriani

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Semoga Pak Alfian Tanjung beserta keluarga selalu dalam kondisi sehat wal afiat tanpa kekurangan suatu apapun.

Maksud saya menulis surat ini tak lain untuk merespons narasi provokatif yang mengandung unsur fitnah terkait video orasi Bapak yang viral di media sosial beberapa waktu ini. Saya baru mendapatkannya dari seorang kawan NU. Terus terang saya sebagai warga NU merasa sangat tersinggung dengan kalimat yang Bapak utarakan di hadapan jamaah, entah dalam acara apa dan kapan.

Tidaklah layak sebagai manusia, terutama sebagai orang yang ditokohkan, Bapak menyampaikan itu kepada Jamaah. Terlebih apa yang Bapak ucapkan belum terverifikasi kebenarannya. Bukankah dalam Islam dikenal istilah "Tabbayun"? Mengapa Bapak tidak melakukan Tabbayun sebelum menyampaikan suatu informasi? Kabar sebaik apapun jika tidak terverifikasi, akan sangat berbahaya bagi masa depan umat, terutama umat Islam. Terlebih karena Bapak seorang yang ditokohkan.

Dalam video yang beredar, Bapak menyebut bahwa saat penumpasan PKI, Banser menyisihkan tokoh-tokoh petinggi PKI yang kemudian anak turunannya menjadi petinggi-petinggi Banser. Faktanya, baik petinggi maupun anggota, simpatisan bahkan non simpatisan yang dituduh oleh antek rezim otoriter Soeharto sebagai PKI, telah habis dengan dibunuh, disiksa dan ada juga yang dipenjara sebagai "Tahanan Politik".

Perempuan-perempuan keturunan Tionghoa yang dicurigai sebagai PKI pun banyak yang dibunuh, disiksa dan diperkosa secara brutal oleh antek rezim kala itu. Apakah Bapak tidak membaca sejarah? Atau apakah memang mata dan telinga Bapak sudah tertutup oleh api kebencian yang begitu besar sehingga Bapak mudah melontarkan tuduhan hingga fitnah kepada orang lain? Tragis sekali. Sejauh yang saya pahami, Islam tidak mengajarkan sikap dan perilaku sebagaimana demikian. Jadi sebenarnya Bapak sedang merepresentasikan ajaran agama yang mana? Islam? Jelas bukan! Saya yakin, agama lain pun tidak membenarkan sikap dan perilaku Bapak yang tidak bertabbayun sebelum menyampaikan suatu informasi. Dalam istilah kerennya, Check and Recheck atau Saring sebelum Sharing.

Benar kita perlu waspada. Namun tidak dengan sembarangan menuduh orang lain sebagai PKI atau keturunan PKI. Saya justru curiga jika tindakan Bapak begitu, apakah Bapak terobsesi dari kebrutalan rezim Orde Baru?

Kemudian, Bapak menyebut operasi penumpasan PKI tidak tuntas sehingga memunculkan tokoh seperti --sebagaimana disebut dalam Video-- Gus Nuril dan Gus Staqof yang mana jika dilacak, Bapak atau keluarganya adalah "Palu Aritis (PKI)" atau dukun-dukun yang meyakini hal tersebut. Wah.. ini sudah masuk delik perkara pencemaran nama baik jika sudah mencatut nama orang. Jika sudah begitu, maka saya persilakan hukum yang bertindak, saya tidak akan ikut campur.

Yang semakin membuat saya curiga, Bapak sama sekali tidak membahas kebangkitan ISIS beserta jaringan dan simpatisannya yang nyata ada di hadapan kita. Apakah mata dan telinga Bapak sudah dibutakan oleh PKI? atau jangan-jangan PKI itulah Bapak sendiri? Atau bisa jadi benar dugaan saya jika ISIS adalah saudara sekongkolan dengan Bapak beserta kelompok. Tidakkah Bapak sadar bahwa justru ISIS beserta sekongkolannya lah yang saat ini jelas-jelas merusak citra baik agama Islam yang Rahmatain lil Alamin?

Bapak Alfian Tanjung yang terhormat. Saya selaku bagian dari kaum millenial yang cinta damai, menyayangkan narasi yang mengarah kepada fitnah yang Bapak sampaikan di hadapan Jamaah. Apalagi dalam Video, Bapak menyebut diri Bapak sebagai Angkatan Muda Islam yang dibesarkan sebagai Angkatan Muda Muhammadiyah, tentu ini akan sangat menciderai nama baik Ormas Muhammadiyah yang Bapak catut namanya.

Saya sebagai pribadi yang merupakan bagian dari Warga NU, menuntut Bapak Alfian Tanjung untuk segera bertabbayun kepada GP Ansor dan Banser yang Bapak catut namanya di dalam Video, beserta Gus Nuril dan Gus Staqof. Saya yakin jika Bapak adalah seorang Muslim yang berislam secara Kaffah, akan berani mempertanggungjawabkan ucapan Bapak dengan melakukan tabbayun kepada pihak yang telah dicatut namanya. Lain hal jika Bapak sengaja melontarkan fitnah untuk mengadu-domba dan mendiskreditkan kelompok lain yang berseberangan kepentingan dengan Bapak. Tentu, akan dengan sangat berat hati Bapak melakukan Tabbayun.

Terakhir, saya hanya ingin mengingatkan kembali kepada Bapak bunyi Ayat Al-Qur'an yang barangkali Bapak sudah lebih dahulu paham dari saya. Bunyi Ayat tersebut ialah:

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْ إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيْبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةِ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِيْنَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang orang fasik membawa berita maka periksa berita tersebut dengan teliti agar tidak menyebabkan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang nantinya akan menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan tersebut," (Q.S Al-Hujurat ayat 6).

Semoga Bapak lekas tersadar dari perbuatan yang telah anda lakukan.

Sekian dan salam damai.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sumber : Status Facebook Vinanda Febriani.
 

Thursday, June 4, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: