Surabaya Dalam Kenangan

Oleh: Wahyu Sutono

 

Sumpah sungguh swear ini bukan mau bangga-banggain kinerja Walikota Surabaya yang ciamik itu. Sungguh bukan. Apalagi hingga membandingkan dengan Jakarta. Terlebih masalah Surabaya sudah 2 kali dikupas tuntas.

Saya cuma mau cerita dari photo nomor satu, kiri atas. Itu adalah Jalan Walikota Mustajab, dimana saya pernah tinggal 1 tahun disitu. Sebelumnya tinggal di Jalan Jimerto yang berada di seberangnya. Nah keseharian saya kalau mau makan nyaris selalu di Jalan Mustajab itu. Karena berjajar aneka makanan. Favorit saya adalah 'Tempe Penyet' dan 'Sate Kelopo' yang selalu ngangenin.

 

Tapi itu dulu lo waktu Walikotanya belum dijabat sosok wanita hebat. Jadi ya saat itu masih acak-acakan. Sekarang setelah ditata, jalan di Walikota Mustajab jadi jauh lebih nyaman dan mengasikan.

Sekali lagi, ini bukan mau mengulas sosok pemimpin yang tegas dan selalu sidak agar pelayanan aparatnya berjalan dengan baik. Bukan bukan. Bukan juga tentang Bu Risma yang terkesan galak dan suka marah ke aparat yang kerjanya lelet. Tapi ini masalah kenangan saat tinggal di Surabaya yang mengesankan.

Kalau bosan makan di Jalan Walikota Mustajab, masih banyak sekali alternatif tempat makanan yang asik, lezat, dan murah, dengan tata letak yang rapih dan bersih sekarang ini. Misalnya saya bisa jalan kaki ke arah Delta Mall. Selalu saya ingat monumen kapal selam dan sungai yang begitu rapih dan bersih, hingga banyak warga yang mancing.

Ikannya masih banyak. Jadi kalau sedang iseng, sayapun ikut mancing disitu sambil ngemil dan cuci mata. Kadang membayangkan mungkinkah ini terjadi di Jakarta? Lalu saya tegaskan, kenapa tidak? Selama pemimpinnya punya komitmen serta keinginan yang besar, serta tak kebanyakan retorika saja.

Bahkan BTP dulu sudah memulainya dan bercita-cita membuat Jakarta seperti Singapore atau Hongkong. Sayang sebelum terwujud semua sudah keburu disingkirkan.

Ah Surabaya yang penuh kenangan dan selalu saya rindukan. Saya tak sempat mengenal sosok Walikotanya sang perempuan hebat yang rajin blusukan dan menyapa warganya. Semoga ibu bangsa satu ini selalu diberikan kesehatan, dan suatu saat setelah bangsa ini melek politik, bisa jauh lebih cerdas dalam memilih pemimpin.

Yo opo rek.

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Thursday, September 20, 2018 - 21:45
Kategori Rubrik: