Supersemar, TIket Masuk Orba

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Malam ini di Masjid At Tien di Taman Mini diperingati Surat Perintah 11 Maret yg penuh teka teki, sampai semua orang yg terlibat menemui ajal membawa rahasia sebuah peralihan kekuasaan yg penuh drama kemanusiaan. Adalah bermula dgn tragedi pembunuhan 6 Jendral dan 1 Perwira yg dilakukan PKI, Partai Komunis yg rencananya akan dijinakkan Soekarno dgn satu ide gila NASAKOM, Nasionalisme, Agama dan Komunis.

Resepnya blm sempat dipadukan, keburu Soekarno diturunpaksakan, krn alasan menganakkandungkan PKI, skandal itu mengguncang negeri dan Ibu Pertiwi, 6 jendral, 1 perwira menjadi Anumerta, ditemukan di Lubang Buaya.

 

 

Prosesnya begitu luar biasa terencana, katanya CIA ikut jg disana, Soekarno dipaksa ke istana Bogor, dari sana Surat Perintah itu keluar yg isinya entah siapa yg mengarah, apakah benar Soekarno atau dia dipaksa menandatangani dgn tekanan, walahu a'lam bishawaf, hanya Soeharto, Yusuf, Amir Machmud dan Basuki Rachmad, mereka ber 4 dan berlima bersama Tuhan yg lebih tau pastinya, dan apa isinya.

Masih banyak cerita pilu setelah itu, Soekarno yg sdg sakit dan sekaligus dijadikan pesakitan. Dijaga seorang dokter yg ternyata adalah seorang dokter hewan, penekanan terencana, dengan pengasingan yg luar biasa, tanpa keluarga, buku, koran, bahkan tidak bebas bicara, tekanan itu yg membuat Soekarno nelangsa dan dimatikan raganya, yg akhirnya pd bulan kelahirannya beliau binasa sbg anak bangsa, pejuang, peroklamator yg luar biasa, tidak ada duanya, semoga arwahnya skrg bersama kebaikannya dan tenang disiNya.

Sejak itu Soeharto berkuasa dgn caranya, jendral bekas kenil ini menguasai sendi dan lini seantero negeri, jgn coba2 berani, dindingpun tidak tuli bahkan pintu dan jendela bisa bicara, 32 thn dia berkuasa, menguasai negeri seperti tidak ada langit dan bumi yg tidak dia kuasai, anak, adik, kerabat, konco, semua berkumpul di cendana. Penguasaan SDA, hutan, tambang, bahkan hutangpun mereka ambil utk kepentingannya sendiri. Ada 4 macan Asia yg hidup jaman itu, Soeharto, Lie Kwan Yew, Mahatir dan Marcos. Dua dikenang sebagai negarawan, dua dikenang sbg diktator dan koruptor.

Apakah ada kebaikan yg dia tinggalkan, pastilah, seburuk2 manusia pasti ada sisi baiknya, khususnya bagi yg dekat dengannya, impian itu masih terpatri bagi segelintir manusia pendusta dan penghianat bangsa, jargon ; PIE ENAK JAMANKU TO, seperti memanggil jailangkung agar keranjang bisa bergoyang dan menuliskan sebuah jawaban, dari pertanyaan akankah ORBA BISA DIHIDUPKAN.

Keruntuhannya menjadi sebuah sejarah bangsa yg luar biasa, peran mahasiswa besar adanya, walau pada akhirnya reformasi nyaris sia2 krn ada tangan2 durjana bertopeng kebaikan namun menjerumuskan, rebutan kekuasaan memporakporandakan harapan, Habibie yg baik dikebiri, Gusdur yg jujur digusur, Megawati yg ketus akhirnya pupus krn lakinya mengatur segalanya, Sby santun ternyata lebih berbahaya dari pendahulunya, memang sulit berharap jendral yg tdk pernah perang, yg diwariskan bukan kebaikan, tapi malah Hambalang dan persoalan yg berserakan.

Malam ini Super Semar diperingati, dimasjid, rumah Tuhan itu penuh doa agar penerus jejak bapaknya bisa terlaksana melalui bekas mantunya yg nafsunya luar biasa utk bisa berkuasa, didoakan oleh muka2 yg katanya pembela agama walau mulutnya bau kayak kencing kuda dan menata cara bgmn dgn jalan memaksa orang lain untuk dijadikan tersangka sbg penista agama, meminjam kitab suci utk menolak orang baik yg berbakti utk negeri dipaksa seperti pencuri, kafir menjadi viral bak manusia najis, tp lucunya kafir itu cuma Ahok, tdk untuk yg lain, yg jg kafir, ternyata ada kafir asli dan kw. Sekarang lebih gila, ada atheis memberi tausiah di masjid, l need you badly.

Super Semar telah banyak menyeruak di hati kita, malam ini seolah indra pengingat kita dicoba, pikiran dan hati kita dipaksa membaca, bhw skrg sdg terjadi rencana pengulangan sebuah tragedi dimana kekuasaan diabsolutkan dan rakyat kembali dimarjinalkan, mulanya diasupi janji, tp nanti2 yg tak bertepi, namun yg buta hati pasti tdk mengerti, krn memang itu sebuah strategi rakyat diperalat yg kelak terus melarat. Hanya otak org gila yg memilih calon pemimpin yg berprilaku amoral dan gila kuasa dgn segala sejarah kelam yg disandangnya.

Hai orang2 yg peduli negeri, kita ini sdh dihadiahi oleh Allah makhluk baik hati Jokowi dan Basuki, hanya orang yg lupa minum obat saja yg berpaling dari jati dirinya krn hati kecilnya berkata Indonesia sdg dibenahi, jgn sampai lepas dirampas oleh manusia culas yg konon kerja tdk pernah tuntas, buat budget saja hampir amblas, bhkn pameran buku saja uang negara dikuras, dia sdg dijadikan jembatan utk menuju kedudukan yg lbh atas, dan kekuasaan itu menjadi lbh luas.

Lupakan Super Semar, peringatan itu membuka luka lama, mengingatnya akan menambah sisa ingatan bhw dulu ada perebutan kekuasaan yg menistakan norma kemanusiaan, walau dibalut dgn cara dan seolah mengayomi pdhl sejatinya menzholimi, pertanyaannya apakah hal itu akan dibiarkan hidup lagi, apalagi datangnya dari orang2 yg mulutnya saja begitu membakar rasa benci.

Sebuah usaha hrs kita jalani, dan doa hrs juga mengiringi krn tdk ada sebuah keputusan besar yg luput dari ketransendenan Tuhan, semoga negeri indah ini menjadi keindahan disudut surga krn Allah telah menjaganya dari tangan keburukan yg terencana, GOD BLESS YOU, JOKOWI, dirimu tdk perlu Super Semar, tp jadilah SEMAR untuk INDONESIA tercinta.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)A

Tuesday, March 12, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: