Super Lelah

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Dua kakek ini - yang satu 66 tahun dan yang sebelah kanan 73 tahun - nasibnya malang sekali. Dipaksa gerombolan kurcaci haus duit dan kuasa hingga harus naik panggung lagi.

Pak Prabowo sudah lelah nyalon, ingin jadi King Maker. Atau landing dengan mulus terima tawaran Pak Jokowi jadi wapres agar negara tidak terus bergejolak. Sebagai seorang yang pintar, Sang Jenderal paham benar dia sulit jadi Presiden.

Cacat politiknya -apa boleh buat- terlanjur melekat. Dalam maupun luar negeri tidak ingin dia jadi orang nomor satu di negeri ini karena catatan kelam beliau semasa aktif di militer, terlepas info itu benar atau tidak, menjadi hambatan yang permanen.

Tapi dia tidak bisa berbuat lain kecuali mengikuti kemauan anak buahnya. Yang sudah investasi besar di Pilkada. Bayangkan jika Pak Prabowo memberikan sinyal mau jadi wapres, calon-calon Gerindra bakal rontok di Pilkada. Pak Prabowo tidak tega melihat kawan-kawannya menderita. Jadi dia terpaksa harus naik panggung lagi meski lelah luar biasa.

Hal yang sama agaknya juga dirasakan eyang kakung Amin Rais. Dia harus menerima aneka cacian karena komentar partai Tuhan dan partai Setan. Sebenarnya dia ingin melindungi PAN lengkap dengan besan dan anaknya yang mencari makan di dunia perpolitikan.

Hanafi dan Zulkifli tidak punya nilai jual apapun yang bisa mengangkat PAN. Dua-duanya masih kelas pecundang. Suka tidak suka, hanya Amin Rais yang mampu mengangkat partai ini agar terus bisa mengambang dipermukaan. Entah terlihat seperti eceng gondok atau kotoran.

Amin Rais nampaknya juga ingin memecah kuatnya akar benalu yang melekat di Gerindra. Parasit itu adalah PKS yang kini kondang dengan sebutan Partai Kaos Sablon. Amin ingin Gerindra memandang PAN adalah mitra yang sama pentingnya dengan PKS. PAN tidak ingin PKS yang miskin modal dan logistik hingga jualan kaos itu numpang gratisan menadah kucuran dana Gerindra dan PAN yang punya duit sangat banyak tanpa seri.

Jadilah Amin Rais berjibaku agar PAN duduk sejajar dengan Gerindra sambil menginjak kepala PKS supaya diam dan menurut kata majikan jika mau terus ikutan. Tidak heran jika PKS teriak belakangan ini soal wapres. Partai miskin tapi tengil ini ngotot wapresnya Pak Prabowo harus dari dia. Agaknya PKS takut Amin Rais tunjuk Anies Baswedan jadi wapres dan pak Prabowo setuju.

Jadi nampak jelas, pak Prabowo diganduli banyak kepentingan. PAN dan PKS nempel ketat di punggung beliau karena tidak ada jalan lain agar tidak tenggelam di pemilihan legislatif.

PAN dan PKS bisa terlempar jika gagal mencapai threshold 4 persen perolehan suara. Hanya Gerindra yang gendut bisa menjadi pelampung.

Dan pak Prabowolah yang menopang pelampung itu mati-matian. Sementara eyang Amin Rais kepayahan.

Tidak heran jika wajah mereka sudah lama tidak terlihat ceria. Meluruskan kaki saja sudah merupakan kenikmatan tiada tara.

Sebelum disuruh lari lagi oleh para gerombolan yang serakah tanpa memperdulikan bahwa keduanya super lelah. 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan
 

Sunday, April 22, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: