Sunnah Rasul Yang Paling Mendasar Akhlaknya Bukan Kostumnya

Oleh : Tsabit Al Banani Selama dulu di Jogja, setiap bulan aku berguru kepada Cak Nun (maiyah-an), tokoh Idolaku selain Gus Dur dan Cak Nur, dikenal sebagai tridente intelektual Indonesia modern dari Jombang. beberapa ajaran Cak Nun yang masih kuingat adalah tentang akhlak Rosulullah. Menurut Cak Nun seorang ulama seharusnya bisa berpakaian yang sama dengan pakaian umatnya yang paling miskin. Cak Nun tidak mempersalahkan orang yang bergamis dan berserban. Malah salut sama mereka yang menunjukan kecintaannya pada Rasulullah dengan meniru persis apa yang ada di diri Rasul. Tapi perlu diketahui bahwa baju Rasulullah tidak sebagus dan sekinclong yang dipakai kebanyakan orang sekarang. Baju Rasulullah sendiri ada 3 jenis : yang dipakai, yang di dalam lemari dan yang dicuci. Dan semua orang Arab di jaman nabi, model pakaiannya seperti itu. Nggak cuma Nabi Muhammad..;Abu Jahal, Sueb, Sanusi, Atim dan orang Arab lainnya, model klambine koyok ngono iku. Jadi sebenarnya sunnah Rasul yang paling mendasar adalah Akhlaknya bukan kostumnya. Orang yang disukai Tuhan adalah orang yang menyebut dirinya buruk, biso rumongso, nggak rumongso biso.

Orang yang diragukan keihklasannya adalah orang menyebut dirinya baik. Semua nabi mengaku dirinya dzolim : "Inni Kuntu Minadzolimin" (aku termasuk orang yang dzolim). Nggak ada nabi yang mengaku dirinya sholeh. Kalau ada orang yang mengaku paling benar atau alim, langsung tinggal mulih ae...ndang baliyo sriii...!" "

Maka tak sepantasnya ada orang yang mengaku sebagai ulama yang selalu benar dengan menghasut umat untuk membela pribadinya dengan seolah-olah mengatakan "saya pembela Tuhan dan tak boleh disalahkan dengan apa pun, kalau saya berbicara menyakiti orang lain itu karena saya wakil Tuhan, tidak boleh ada hukum selain hukum Tuhan yang menyatakan saya bersalah, kalau saya dinyatakan bersalah maka Tuhan akan marah karena saya sudah membelaNya, saya sudah didzolimi, bela lah saya atau Tuhan juga akan marah padamu," Patut diduga orang ini bukan ulama.

 

Sumber : status facebook Tsabit Al Banani

Monday, January 16, 2017 - 14:15
Kategori Rubrik: