Sulitnya Melarang Pola Pikir dan Ideologi

Oleh : Damar Wicaksono

Saya tetep konsisten dengan pemikiran sekian tahun silam, bahwa melarang organisasi itu hal yang mudah. Tapi, terus apa? Karena melarang pola pikir dan ideologi itu lebih sulit. Dengan mudah besok paginya mereka bisa mendaftar dengan nama baru

Melarang orang yang pola pikirnya sudah didoktrin sejak zaman SMA atau kuliah tentu ngga gampang. Juga lebih sulit melarang ormas yang mendoktrin anggotanya membenci liyan yang berbeda.

Ini lho kenapa mereka disebut radikal. Karena normalnya, kita sudah ditakdirkan berbeda-beda di seluruh dunia. Agama, ras, suku, budaya atau bangsa. Mosok malah ngga mau hidup berdampingan. Mosok kudu golongan kita saja yang bisa memimpin.

Yang sulit juga termasuk melarang ormas-ormas berbasis "pemuda yang tidak pemuda". Atau ormas-ormas kewilayahan. Ormas-ormas yang memantikkan isu primordialisme untuk kepentingan pribadi tokohnya misalnya. Anggotanya kerap didoktrin bahwa orang lain salah, kita yang terbaik dan terhebat. Juga kerap menggunakan simbol ormas untuk menakuti masyarakat

Pendekatan kesejahteraan adalah satu solusi. Contoh kasus adalah perekrutan juru parkir eks ormas, untuk menjadi pegawai harian lepas pemprov DKI di 4 ruas jalan berbasis parkir-e, lebih dari 3 tahun lalu. Mereka digaji di atas UMP. Lumayan berhasil menjauhkan para PHL itu dari aktif sebagai anggota ormas radikal.

Contoh lain. Ya penegakan hukum kudu tegas.. kalo ada anggota ormas yang melanggar hukum ya ditindak**

Sumber : facebook Damar Wicaksono

Tuesday, May 9, 2017 - 10:45
Kategori Rubrik: