Sulitnya Baca Kitab Gundul

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Pertama, kitab gundul itu kitab berbahasa Arab yang tidak ada harakatnya. Dibaca a, i, atau u jadi tidak ketahuan. Kalau pun ada harakatnya, dan bisa membunyikannya, tetap saja tidak tahu artinya.

Kedua, jangan dikira kalau tidak tahu artinya, bisa buka kamus Arab Indonesia. Kamus bahasa Arab hanya memuat kata dasar, tidak memuat kata yang sudah dibentuk menjadi berbagai macam bentukan.

Maka mereka yang tidak ngerti ilmu sharaf dijamin gak akan bisa membuka kamus Arab.

Misalnya kata masjid (مسجد), tidak akan ketemu cari di huruf mim (م), tapi mencarinya di huruf sin (س). Sebab masjid itu kata dasarnya sajada (سجد).

Mungkin bisa dijawab pakai kamus elektrik pakai Google Translate. Tapi tidak sesederhana yang kita pikir.

Ketiga, ini yang bikin runyem. Bahasa yang dipakai kitab gundul itu beda dengan bahasa pada umumnya bacaan populer. Ada banyak idiom yang sifatnya metafor.

Dan kalau sudah sampai disini, mesin canggih sekelas Google Translate pun keok. Saya coba kasih contoh memasukkan petikan teks bahasa Arab di kitab gundul.

رب اشرح لي صدري

Apa yang google terjemahkan? Nih hasilnya :

"Tuhan, jelaskan padaku dadaku"

Itu sebenarnya petikan doa yang amat populer. Diterjemahkan oleh Google translate dengan kacau.

Coba bandingkan dengan terjemahan Depag berikut ini :

Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, (QS. Thaha : 25)

Beda jauh kan? Bukan jelaskan padaku dadaku. Dada kok dijelaskan? Memang dadaku kenapa?

Kata isyrah (اشرح) memang bisa bermakna menjelaskan. Tapi dalam konteks doa ini, maknanya bukan menjelaskan.

Nah, kalau rada iseng, coba deh masukkan teks ayat Al-Quran ke Google Translate dan bandingkan hasilnya dengan Al-Quran dan Terjemahnya dari Depag RI.

Anda akan tahu betapa ngawurnya hasil terjemahan si Google Translate itu. Kenapa? Ya karena ayat Al-Quran bukan bacaan populer. Banyak idiom yang tidak dipahami oleh Google.

Hmm, kayaknya Google perlu ngaji tafsir nih. Hehe

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, March 21, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: