Sujud Harus Mengubah Kita

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Dalam islam kita diajari untuk bersujud, menempatkan diri pada posisi yang paling rendah sambil memuji Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi. Itu dilakukan tiap hari sebagai kewajiban. Bahkan banyak orang yang menambah amalan sunnah, bangun di malam hari dan dilanjutkan pagi saat matahari naik. Semua ada ritual bersujud, merendahkan diri dan meninggikan sang Pencipta.

Ritual yang begitu indah mengajarkan kerendahan hati. Dari ibadah-ibadah ritual ini diharapkan kita jadi manusia yang lembah manah, bisa menghargai manusia lain, punya tenggang rasa, apa yang kita lakukan belum banyak berarti bagi orang lain, kita hanya manusia lemah, dst. Sikap-sikap yang menghargai manusia, aturan yang dibuat bersama, kesepakatan masyarakat, adat budaya masyarakat adalah output dari ibadah ritual itu.

Tapi itu tidak mudah. Seringkali dari ritual untuk melatih kerendahan hati itu justru dibarengi dengan perilaku ingin pamer apa yang sudah dilakukan, ingin kabar-kabar.

Lebih ironis lagi kita yang merasa begitu hina di depan Tuhan
sering jumawa di depan manusia, sering ingin menjadi Tuhan bagi manusia lain. "Aku ini bukan orang sembarangan, kamu nggak bisa begitu ke aku, kamu nggak tahu siapa aku."
Lalu kemana sisa sujud kita itu?

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Friday, May 29, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: