Sudahlah, Akui Saja Kemenangan Itu

ilustrasi

Oleh : Mahbub Hefdzil Akbar

Saya punya segudang bahan nyinyir, tapi buat apa?, saya juga ingin rasanya mengcounter info2 sesat, gambar data editan atau status menggelikan terkait Quick Count, tapi buat apa?. Pencoblosan sudah selesai, jadi pilpres sudah selesai, sekarang biarkan KPU dan Bawaslu bekerja. Jika ada sengketa dan dugaan kecurangan baik 01 dan 02 sudah ada jalur hukumnya, biarkan MK bekerja.
Bagi saya, hoaks dan plintiran pasca pilpres di sosial media sudah tidak berpengaruh kepada hasil Pilpres.

Bagi pendukung 02, Anda punya hak untuk mengeluh, kecewa dsb. Saya menghormati opini Anda yang menyebut belum ada kemenangan sebelum real count KPU, setuju. Saya memahami kemarahan Anda ketika jagoan diprediksi kalah dan pada saat yang sama dihujani ejekan. 01 mungkin akan merasakan yg sama jika bertukar posisi.

Bagi 01, santai saja. Ada sekitar 8 lembaga Survei kredibel (dan terbukti di 2014) melaksanakan Quick Count, ditayangkan di banyak TV, diberitakan di banyak portal berita online, kesalahan input di satu TV atau portal berita ya tinggal dikomparasikan satu dengan yang lain. Saya juga memahami bagaimana kesalnya membaca postingan plintiran, greget.

So, santai saja, semuanya akan baik baik saja kok seperti 2014. Yang jauh lebih penting, ikut mengawasi pemerintah nanti, mengkritisi baik kita pendukungnya atau tidak. Dan kita tetap bersaudara, soal ribut dan berbeda itu "wajib" sebagai konsekuensi dari sistem demokrasi yang dipilih oleh para founding fathers bangsa ini.

Sekarang waktunya nonton Pak Ndul, sang intinya inti

Sumber : Status Facebook Mahbub Hefdzil Akbar

Thursday, April 18, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: