Suara Rizieq Tidak Representasikan Umat Islam Indonesia

ilustrasi
Oleh : Iwan
Ingat peristiwa yang kemudian dibesar-besarkan gerombolan kadrun berdaster dengan nama 212?
Saat gerombolan itu tidur di masjid tapi sholat Jumat di Lapangan (Monas) 2 Desember 2016 yang lalu? Ajaran “imam besar” Rizieq Shihab tapi BUKAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW?
Waktu gerombolan itu dengan pedenya pake nama INDONESIA MENGAKU-NGAKU MEWAKILI UMMAT ISLAM INDONESIA?
Ingat?
Rame mengklaim acara 212 itu dihadiri oleh 7 juta ummat Islam dari seluruh penjuru Indonesia, katanya.
7.000.000 orang.
Baca beritanya di tautan yang saya sertakan ini, faktanya menurut perhitungan matematis jatoh-jatohnya jumlah massa yang diklaim datang dari dari seluruh penjuru Indonesia paling cuma 400an ribu orang!
Mustahil sampai 7 juta, karena seluruh penduduk Sumatera Selatan (7.450.394 orang) atau Lampung (7.608.405 orang). Angka 7,5 juta itu bahkan juga lebih banyak dari jumlah penduduk di provinsi: Sumatera Barat: 4.846.909, Riau: 5.538.367, Kalimantan Barat: 4.395.983 atau Papua: 2.833.381.
Tujuh juta orang kalau diangkut dengan bis yang kapasitasnya 40 orang per bis. Itu membutuhkan 175.000 bis. Kalau satu bis panjangnya 12 meter, maka dibutuhkan jarak 2.100km untuk bisa menyusun bis-bis itu satu persatu, secara dempet tanpa menyisakan celah sedikitpun.
Jadi sepanjang umurnya kerjaan para pentolan kadrun berdaster ini memang cuma ngibul doang. .Nggak kira-kira, peserta 400.000 saja tanpa pake malu dia mark-up 17 kali lipat jadi 7.000.000 !!!
Umroh yang cuma dua minggu saja dia mark-up jadi tiga tahun, pan?
Jadi nggak usah heran kalau punya pengikut segelintir saja bisa mengklaim sebagai Imam Besar Ummat Islam Indonesia. Punya preman seuprit sudah berani mengancam penggal kepala “penghina dan penista Agama”.
Taruh kata betulan dia punya ummat 7 juta.
Di antara 220 juta ummat Islam Indonesia itu apa artinya jumlah segitu?
Cuma 1/31 nya!
SATU BERBANDING TIGAPULUH SATU!!!
Gerombolan “tujuh juta preman berdaster” (padahal 400 ribu!) berani ngancam 220 juta??!
Kalau Ummat Islam yang JAUUUUUUUHHHHHH………lebih banyak sampai takut digertak oleh gerombolan seuprit itu, yang menggeruduk seorang janda saja perlu 800 “laskar” (nggak jadi pula ngegeruduknya karena jeri!!!), lantas siapa yang sakitnya?
Nah, ayo pada bangun!
Jangan relakan negara yang direbut dari kekuasaan penjajah Belanda dengan air-mata dan darah oleh Bapak-bapak dan Ibu-ibu kita, dibajak oleh para preman berdaster.
Pimpinan bangsa Arab Yaman pulak!
Bukan Islam!
Karena mereka sholat Jumatnya di Monas, sholatnya selalu mengganggu orang lain.
Di jalan.
Di pintu kereta api. Dll.
Ngomongnya kotor, tingkah-lakunya kasar, kerjanya merusak fasilitas umum dan milik orang lain, beraninya keroyokan dlsb.
Dari sejak jaman leluhur, Bangsa-bangsa Nusantara ini terkenal damai, lemah-lembut, sopan-santun, welas-asih, menghormati sesama, meninggikan dan melindungi wanita (bukan malah memperbudak dan mengurungnya seperti binatang peliharaan!!!).
Berbeda sekali dengan adat dan sifat asli Bangsa Timur-tengah yang dari jaman jahilliyah bahkan sampai abad ke 21 sekarang ini selalu penuh konflik, berkelahi dan berperang tanpa pernah berhenti!
Negara-negaranya sendiri rela mereka hancurkan dan rakyatnya mereka bikin miskin dan sengsara: Afghanistan, Irak, Lebanon, Lybia, Mesir, Syria, Palestina dan entah mana lagi!
Jangan biarkan mereka menghancurkan NKRI.
Jangan biarkan mereka memecah-belah Negara Kesatuan Republik Indonesia!
Tanah-air kita, tanah tumpah darah tercinta.
Dan satu-satunya.
Ayo, Bung!
Kita lawan mereka!
Jangan diam!
Jangan sembunyi!
Bangkit!
Tampakkan dirimu!
Bicaralah!
Teriakkan ke telinga mereka: “KAMI TIDAK TAKUT!!!”
Sumber : Status Facebook Iwan
Sunday, November 22, 2020 - 13:15
Kategori Rubrik: