Suara Ormas Islam Dalam Pilpres 2019

ilustrasi

Oleh : Monique Rijkers

Hasil hitung cepat Pilpres 2019 menunjukkan peta kemenangan Jokowi-KMA tidak berbeda dengan peta kemenangan Jokowi-JK 2014. Artinya pemilihan ulama sebagai pasangan Jokowi guna menggaet pemilih Islam tidak berdampak signifikan. Jadi jika dulu banyak pihak yang membenarkan alasan Jokowi memilih KMA nyatanya pendapat Anda itu keliru.

- Di Serang, daerah asal KMA pemenangnya masih sama seperti 2014 yakni Prabowo (https://m.detik.com/…/prabowo-sandi-menang-di-kandang-timse…). 
- Bahkan di TPS KMA di Koja, Jakarta Utara, Jokowi menang tipis 132 vs 129 untuk Prabowo (https://tirto.id/hasil-pilpres-2019-jokowi-unggul-tipis-di-…). Hmmmm di TPS sendiri aja ngga bisa menolkan Prabowo gitu lho!

Mengacu hitung cepat SMRC (saya hanya kutip hasil hitung cepat saja, narasi dari saya) Jokowi kalah di kantung basis pemilih Islam seperti di Aceh, Sumatera Barat dan NTB. 
- Kita sudah lihat dulu Jokowi bolak-balik ke Lombok saat gempa, merehabilitasi dengan cepat dan memberikan bantuan dana 50 juta untuk tiap rumah korban gempa namun tidak sanggup meraih simpati pemilih di NTB dan hanya dipilih sekitar 33%. (https://nasional.kompas.com/…/tiba-di-lombok-presiden-jokow…)

- Di Padang, Jokowi menyodorkan infrastruktur kereta bandara dan rusun untuk santri tetapi di Sumbar Jokowi hanya dipilih 15%. (https://news.okezone.com/…/jokowi-terbang-ke-sumbar-untuk-r…)

- Di Aceh, Jokowi persembahkan tol dan bagi-bagi sertifikat wakaf namun cuma merebut suara 16% saja. (https://nasional.tempo.co/…/jokowi-resmikan-proyek-pr…/full…)

- Di Banten yang menjadi daerah asal KMA pun gagal meraup dukungan untuk Jokowi. Meski KMA pernah mengklaim banyak ulama akan dukung dirinya sebagai putera daerah, suara Jokowi cuma 38%. (https://regional.kompas.com/…/maruf-amin-sebut-banyak-ulama…)

Menurut Katadata.co.id, Prabowo menang juga di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.

KE MANA SUARA ORMAS ISLAM?

Suara dua ormas Islam besar NU dan Muhammadiyah seperti biasa berada di dua kubu. Menurut survei Denny JA:
- NU Jokowi 55%, Prabowo 44% (artinya Maruf Amin sebagai cawapres pun tidak mampu menarik gerbong NU)
- Muhammadiyah 50%, Prabowo 49% 
- Alumni 212 Jokowi 4,7%, Prabowo 97% 
- FPI Jokowi 2,4%, Prabowo 97%

Masih menurut Denny JA, pemilih non-muslim memilih Jokowi 82,7% dan Prabowo 17,3% (https://m.katadata.co.id/…/lsi-denny-ja-dukungan-ulama-tak-…). Bahkan kedekatan Prabowo dengan kelompok 212 membuat pemilihnya beralih ke Jokowi.

Jika hasil hitung cepat ini sesuai dengan hasil hitung manual KPU maka menurut saya Pilpres 2019 ini membuktikan: 
1. Memilih ulama sebagai wakil presiden atau mendapat dukungan ulama seperti SOMAD ke Prabowo tidak memberikan kontribusi positif terhadap peta perolehan suara (peta persebaran kemenangan masih sama dengan 2014). Upaya Jokowi merebut suara pemilih Islam dengan menggandeng ulama tidak menjadi faktor yang berpengaruh.

2. Provinsi dengan jumlah non-muslim mayoritas memenangkan Jokowi secara telak seperti Bali 92%, NTT 82%, Sulawesi Utara 76%, Papua 83%, Papua Barat 75%.

3. Pilpres 2024 capres dan cawapres sudah seharusnya sadar, suara non-muslim justru sangat amat signifikan sebagai penentu kemenangan sehingga harus mampu merawat basis massa pemilih minoritas.

Jadi isu agama yang dimainkan kedua kubu dalam Pilpres 2019 itu sebenarnya sia-sia, melelahkan mental dan buang-buang waktu dan energi. Kritik demi kritik yang saya lontarkan selama ini kepada Jokowi karena memainkan sentimen agama dan narasi keberpihakan kepada mayoritas menunjukkan hal itu tidak cukup membawa keuntungan buat Jokowi. Pada dasarnya persentase dukungan pemilih pada capres pilihan tidak berubah dari Pilpres 2014 (lihat visual di bawah). Sayangnya banyak orang tersedot ikut-ikutan mainkan isu agama. Banyak orang Kristen terkuras rasionalitasnya karena termakan pakem mayoritas, padahal kalianlah penentu kemenangan Pemilu di Indonesia.

#Pilpres2019

Sumber : Status Facebook Monique Rijkers

Thursday, April 18, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: