Suara Hati Keluarga yang Jenazah Ditolak Warga

ilustrasi

Oleh : Stia Ersad

Saya kira Jenazah ditolak itu cuma di Medsos. Ternyata kami mengalami sendiri. Semalam, Mas M Teguh Santoso, driver Mobil Jenazah #NHZakatKita nginap bareng jenazahnya di atas Mobil. Gara-gara tokoh masyarakatnya tak berkenan menerima. Jenazah bertahan di atas mobil mulai jam 9 tadi malam sampai tulisan ini saya unggah jam 10 pagi ini. Padahal Jenazah bukan pasien Covid.

Jenazah dibawa dari Surabaya menuju salah satu kabupaten di Jatim. Sampai di kampung halaman ditolak. Padahal sudah mengantongi surat kematian dari Rumah Sakit. Padahal sudah dijelaskan baik-baik bahwa sakitnya sakit jantung. Katanya belum cukup. Suruh ke Surabaya lagi minta surat yang entah surat apa lagi. Akhirnya keluarga balik ke Surabaya. Sampai jelang siang ini belum datang. Mungkin RSnya juga bingung, mau berkas apa lagi?, Mungkin RS tak mau ambil sikap diluar prosedur. Atau dokter jaganya boleh jadi sudah pulang. Atau admin RS tak berani bertindak di luar SOP. Dan segala macam keribetan lain. Yang pasti, kasihan Jenazah sekarang tertahan lama di dalam Mobil. Semoga segera ada jalan keluar.

Logikanya. Kalau memang almarhum adalah Pasien Covid, pasti masuk dalam penindakan Gugus Tugas penanganan wabah yang dibentuk pemerintah. Atau petugas RS pasti lebih tahu. Tidak dibiarkan begitu saja. Saya membayangkan. Kalau sikap seperti itu merata di semua orang, berapa banyak keluarga meninggal dunia yang kecele. Ini masih antar kabupaten. Gimana kalau lebih jauh lagi, antar propinsi misalnya. Ditolak mentah-mentah atau disuruh kembali ke RS. Mengurus berkas yang RSnya bingung atau tidak mau.

Aduhai saudaraku sekalian. Ummat Rasulullah. Hamba Allah. Yang juga pasti Mati...

Memangnya tim layanan Jenazah kami itu tidak takut juga oleh ancaman Covid. Sampai sekarang, Layanan Jenazah untuk masyarakat tetap kami buka. Meski begitu, namanya manusia, kami juga punya kekhawatiran sama. Atau keluarga kami pastinya punya ketakutan setiap kami pergi menjemput Jenazah. Riwa riwi keluar masuk rumah sakit. Angkut Jenazah dari kamar mayat sampai ke Rumah. Siapa bisa jamin?

Tapi bagaimanapun, ini tuntutan layanan. Lebih persisnya panggilan kemanusiaan. Layanan ini bukan komersil. Kalau semua lari dengan alasan takut dan cari aman, siapa ummat Rasulullah yang akan turun memberi pertolongan buat sesama Ummat Rosulullah.

Di Layanan Jenazah NH sendiri sementara sudah memutuskan hanya menangani Jenazah biasa. Karena kami belum menyiapkan penanganan khusus Covid. Yang meskipun, kalau akhirnya ada permintaan dari Pemerintah, InsyaAllah kami siap belajar prosedur dan terjun menjadi anggota penanganan Jenazah Covid.

Pelajaran buat kami. Hari ini dan ke depan. Untuk kalau membawa Jenazah, surat kematian dari RS yang ditandatangani dokter, bisa jadi masih belum cukup. Semoga ada bukti penguat lain dari RS. Yang disepakati oleh semua RS dan Aparatur Pemerintah. Kalau tidak ada standart yang jelas begini, ya, kami yang niatnya bantu begini jadi kebingungan.

** (Update jam 11.00/ 8 April 2020, Mobil Jenazah sudah bisa masuk setelah Gugus Tugas Covid Pemkab setempat turun tangan dan Jenazah disepakati masuk Peti)

Sumber : Status Facebook Stia Ersad

Thursday, April 9, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: