Suara Hati Keluarga Alm Husni Kamil Manik Yang Difitnah

ilustrasi

Oleh : Aisah Amini Manik

Kami terlahir dari Ibu yang sama Nurliani Siregar dan ayah yang sama Alm. Abdul Malik Manik. 
Kami 8 bersaudara, 1 diantaranya terlahir sudah dalam keadaan meninggal, sehingga kami tumbuh besar bersaudara 7 orang. Bang Husni adalah anak ke 4.

Tidak ada yang menyangka kalau diantara kami bersaudara bang Husni Kamil Manik II akan menjadi salah satu orang yang mempunyai jabatan di negeri ini.

April 2012 beliau dilantik menjadi ketua KPU RI.
Kami tak tahu seberapa besar perjuangannya untuk sampai ke titik ini. Yang kami tahu pada saat itu tugas kami mendoakan beliau mencapai cita-citanya.

Selama beliau menjabat dan menetap di Jakarta kami termasuk jarang bisa berkumpul karena kesibukannya yang begitu padat.
Sehingga ketika kami bertemu tak banyak membicarakan yang bukan wilayah keluarga. 
Kami hampir tidak pernah membahas politik bersama karena itu bukan wilayahku dan bang Husni juga tidak suka berbicara tentang hal yang tidak perlu dibahas dengan orang yang tidak sesuai kompetensinya walaupun itu adik sendiri.

Sejauh penilaianku sebagai saudara kandung diantara kami ber 7 bang Husni adalah sosok yang paling tenang dan sabar. Sangkin sabarnya tidak pernah sekalipun aku melihat beliau marah kepada anak-anaknya. 
Beliau seperti almarhum ayah, jika marahpun cukup dengan tatapan matanya kita bisa tahu beliau sedang dalam kondisi tidak senang.

Pada Pilpres 2014 fitnah menerpa bang Husni dan bertebaran dimana-dimana kala itu. 
Mulai dari hubungan keluarga dengan pak Jusuf Kalla, fitnah saat beliau foto bersama dengan teman-temannya, fitnah mendapat sogokan senilai 25 Milyar dan banyak lagi. Bahkan isu 25 Milyar ini aku secara langsung mendapat broadcastnya dari seseorang yang tak bertanggung jawab. Masya Allah. 
Celaaan dimana-dimana bahkan orangtua kami ikut dicela sedemikian rupa. 
Sungguh teman, jika kau ada diposisi kami sebagai keluarga pada saat itu hatimu pun mungkin akan panas meledak-ledak. 
Tapi tak begitu dengan bang Husni, beliau santai saja, tak mau ambil pusing. Ketika kami bertemu fitnahan itu malah berubah menjadi candaan saja.

Hari Raya Idul Fitri 2014 kami putuskan untuk merayakan bersama ibunda kami di Jakarta, karena pada saat itu hampir sama ricuhnya dengan Pilpres tahun ini.
Aku sempat bertanya pada hari pertama lebaran saat itu "abang enggak sowan ke Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), kan hari ini Pak SBY open house? "
Beliau jawab "Enggak dek, kurang cocok dilakukan saat ini. Kita rayakan saja berkumpul dengan mamak disini."

Sepanjang lebaran 2014 saat kami berkumpul tidak ada salah satu pasangan Capres Cawapres yang didatanginya ataupun mendatanginya.

Begitulah bang Husni menjaga jaraknya sebagai "WASIT" pada pemilu 2014.

Hari-hari pun berlalu, tapi fitnah tetap bergulir. Walaupun sampai hari ini aku tidak pernah melihat bagaimana bentuk 25 Milyar yang diisukan tersebut ataupun fitnahan lainnya.

Juli 2016 beliau berpulang kepada Sang Khalik. Kami sekeluarga shock pada saat itu, kami tidak menyangka waktu yang diberikan padanya begitu singkat. Bahkan sampai hari inipun jika mengenangnya tak bisa kami sangkal kalau ada luka yang tergores di hati karena kepergian beliau yang begitu cepat.

Tapi ternyata fitnah tak kunjung usai. 
1 hari sebelum pemilu kemarin ada seorang senior mengirim pesan kepadaku "dek, kakak liat orang posting tentang abang". Aku balas "biarkan saja kak, karena sejatinya mereka sedang mentransfer pahalanya untuk abang".

Jadi sebenarnya fitnahan yang kalian sebar saat ini sudah tidak menjadi beban lagi, tapi justru itu mungkin akan menjadi dosa yang akan kalian pertanggung jawabkan.

Kami tidak mengatakan bahwa abang kami adalah manusia tanpa dosa pada masa hidupnya tapi setidaknya saat ini beliau sudah tenang dialam sana, lepas dari hiruk pikuk dunia.
Sedangkan kita belum tahu kapan dan dimana ujungnya.

Jadi berhentilah menyebar fitnah. Kalaupun sekarang kalian tidak puas dengan lembaga KPU, dengan hasil pemilu hari ini dan dengan ketua KPU yang menjabat saat ini, buktikan dengan data akurat, kawal secara terhormat.

Mohon dengan segala kerendahan hati tidak usah membawa-bawa nama bang Husni lagi.

Jangan sampai menembak buruan yang salah.

Teman, sungguh kalian tidak akan seutuhnya paham jika kalian tidak diposisi yang sama.

Sumber : Status Facebook Anisah Aini Manik

Tuesday, April 23, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: