Strategi Jokowi Hadapi China dan Amerika

ilustrasi

Oleh : Hendri Fcim

Selain soal covid-19, dunia dilanda kekhawatiran melihat badai perseteruan antara Amerika Serikat dan China, tak hanya soal perang dagang, kedua negara Adidaya itu sekarang sedang unjuk kekuatan di Laut China Selatan..
Untungnya, Presiden Joko Widodo lihai mendayung di antara dua badai itu dengan mengutus Luhut Binsar Pandjaitan ke China dan mengirim Prabowo Subianto ke Amerika menunjukkan kelihaian Jokowi untuk menyenangkan kedua negara itu..
Luhut sudah jalan duluan,

Menko Kemaritiman dan Investasi itu terbang ke China selama dua hari yaitu 9-10 Oktober 2020, di negeri yang dipimpin Xi Jinping itu, Luhut bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, keduanya membahas sinergitas hubungan bilateral, regional dan multilateral antar-kedua negara khususnya dalam menghadapi situasi dunia yang tidak menentu akibat pandemi covid-19..

Selain soal pemerintahan, Luhut dan Menlu China juga membahas banyak hal mulai dari vaksin covid-19, investasi, perdagangan, pendidikan dan riset, e-commerce, kecerdasan buatan serta pertukaran budaya dan masyarakat..
Pemerintah China disebutkan menindaklanjuti permohonan Luhut terkait peningkatan akses pasar buah tropis, produk perikanan dan seafood, sarang burung wallet hingga penambahan kuota impor batu bara dari Indonesia..

Luhut juga berharap kerjasama Two Countries Twin Parks yang diusulkan Pemprov Fujian sejak tahun lalu segera terealisasi, Indonesia sebutnya sudah menyiapkan lokasi di Bintan seluas 4.000 hektare untuk kerjasama tersebut..

Sementara itu, Menlu China menyebut hubungan dengan Indonesia cukup strategis, buktinya kerjasama di berbagai sektor kini menunjukkan progres yang cepat, Wang Yi berharap kedua negara bisa memperkokoh hubungan tersebut sehingga bisa saling percaya dan terus memperdalam kerjasama yang saling menguntungkan, salah satunya alih teknologi vaksin, supaya Indonesia bisa menjadi pusat produksi vaksin di kawasan Asia Tenggara..

Bagaimana dengan Prabowo? beda dengan Luhut, Prabowo baru akan terbang Ke Amerika Serikat pada 15-19 Oktober 2020, nantinya Ketum Gerindra itu akan bertemu Menhan Amerika Serikat, Mark Esper, kunjungan ke Amerika Serikat ini adalah yang pertama kali dilakukan Prabowo setelah 20 tahun diblokir akibat Isu Pelanggaran HAM, gara-garanya mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad itu disebut bertanggung jawab atas penghilangan paksa sejumlah aktivis pada tahun 1997-1998..

Jubir Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pertemuan dengan Menhan Amerika Serikat ini akan membicarakan detail kerjasama bilateral bidang pertahanan, namun ia menampik isu Indonesia akan diajak bergabung dengan aliansi militer dan kemitraan Washington di Asia-Pasifik untuk memenangkan persaingan melawan China, sesuai prinsip politik bebas aktif tidak terlibat aliansi militer dengan negara manapun..
Apa pesan yang ingin disampaikan Jokowi dengan mengutus dua purnawirawan jenderal ke China dan Amerika Serikat?

Guru Besar Hukum Internasional, Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana Full, menduga keputusan Jokowi dalam rangka menjaga netralitas, kan Amerika Serikat hendak rangkul Indonesia untuk berhadapan dengan China, nah agar tidak disalahtafsirkan China seolah Indonesia lebih berpihak ke Amerika Serikat maka Pak Luhut diutus ke China.

Sikap netral Indonesia terhadap dua negara Adidaya itu juga diyakini akan memberikan manfaat yang lebih besar ketimbang mudharat nya, ya menguntungkan kalau bisa dimanfaatkan secara cerdas, ke Amerika Serikat kita dapat, ke China juga kita dapat.

Sumber : Status Facebook Hendri Fcim

Saturday, October 17, 2020 - 12:00
Kategori Rubrik: