STRATEGI ERICK THOHIR SEPERTI : Kisah Kaisar Gaozu Menyisir Pejabat Korup

Sebagai Menteri BUMN Erick Thohir dipilih Presiden Jokowi karena kemampuannya dalam bisnis tidak diragukan lagi, serta sudah kaya raya hartanya, tentu tidak ada nafsu serakah untuk memperkaya diri sendiri. Karena beliau tidak jadi Menteri pun malah bisa bertambah kekayaannya.

Oleh : Tante Paku

Tapi tugas yang dibebankan Presiden cukup berat, menyangkut kekayaan negara ribuan trilliun yang tersimpan di BUMN-BUMN yang selama ini DIKUASAI PEJABAT KORUP, hingga merugikan rakyat maupun negara.

Lalu bagaimana strategi Erick Thohir dalam membersihkan para mafia BUMN itu?

Saya teringat kisah Kaisar China yang ditulis Suhana Lim ini.

Kaisar Gaozu of Han nama kelahirannya Liu Bang adalah pendiri sekaligus sebagai kaisar pertama dari Dinasti Han.

Dinasti Han adalah dinasti kedua (setelah Dinasti Qin) yang berkuasa dari 206 BC - 220 AD.
Gelarnya ialah Taizu, dan gelarnya setelah wafat adalah "Gaozu of Han."

Ada kisah menarik mengenai Kaisar Gaozu. Beliau punya seorang sahabat bernama Zhang Er.

Zhang Er ini dikenal sebagai seorang yang banyak akalnya. Pada suatu hari, Kaisar Gaozu mengutarakan keinginannya sekaligus kekhawatirannya kepada Zhang Er.

"Saya ingin mengidentifikasi mana-mana pejabat di daerah yang kerjanya baik dan tidak korup. Tapi bagaimana cara untuk menscreening/ menyisirnya?"

Zhang Er pun tertawa, dan berkata: "Mudah sekali Yang Mulia. Yang Mulia tunjuk saja Xiao He dan Cao Shen, Dua sosok pejabat kelas menengah yang selama ini bereputasi lurus dan jujur di posisi Portfolio Hukum!

Nanti Yang Mulia perhatikan saja, mana-mana yang bersuara keras menentang pengangkatan Xiao He dan Cao Shen; mereka lah yang berindikasi kuat tidak jujur dalam menjabat dan patut dicurigai!"

Singkat cerita, Kaisar Gaozu pun memanggil semua kepala daerah dan pejabat utama ke istana. Beliau mengumumkan bahwa akan mengangkat Xiao He sebagai kepala polisi dan Cao Shen guna membenahi masalah hukum.

Serta merta sebagian pejabat yang hadir mengutarakan keberatan mereka dengan berbagai alasan. Komentar dan keberatan mereka di terima dan dicatat.

Tetapi the show must go on, Xiao He dan Cao Shen tetap dilantik. Secretly, Kaisar Gaozu memberikan perintah khusus untuk lebih "memerhatikan" kinerja semua pejabat yang menyatakan keberatan mereka atas pengangkatan mereka berdua.

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian, sebagian besar dari para pejabat yang tak setuju atas penunjukan Xiao He dan Cao Shen pun either di copot atau di hukum mati karena memang benar terbukti adalah korup dan tidak adil sebagai pejabat!

Tidak ada yang baru didunia.

Hampir semuanya pernah berlangsung seperti Cerita yang berulang, hanya beda zaman, beda settingnya, dan berganti pemerannya.

Kejadian yang pernah terjadi ribuan tahun silam di era Dinasti Han pun most likely sudah berulang-ulang terjadi di berbagai pelosok dunia di era zaman Disrupsi!

Begitu ada sosok jujur dan lurus "datang," maka pihak-pihak yang bengkok dan kotor pasti akan bereaksi keras menentang. Kelangsungan status quo yang selama ini sudah dinikmati pasti akan terganggu.

Atau jangan-jangan bukan hanya bakul nasi yang hilang, jabatan pun bisa raib and worst bisa masuk bui. Hence, penunjukkan individu lurus jujur pun harus ditentang dengan aneka alasan dan argumentasi.

Mostly, semakin keras penentangannya, semakin kuat pula indikasinya yang bersuara keras tadi ada sesuatu yang tidak baik yang disembunyikannya!

Dan strategi Erick Thohir mengangkat Ahok untuk menangani salah satu BUMN besar, membuat para pejabat yang terindikasi korup bermunculan satu persatu, tinggal digebuk Ahok sampai kelojotan masuk KPK.

Bravo Bang Erick Thohir!

Thursday, November 21, 2019 - 06:45
Kategori Rubrik: