Strategi Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin di Media Sosial dan Melawan Radikalisme

Ilustrasi

Oleh : Mohammad Guntur Romli

Judul presentasi yang saya berikan di Mudzakarah Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat yang diselenggarakan oleh Bimas Islam Kementrian Agama, Minggu lalu, Kamis 26 Oktober 2017.

Tantangan dakwah Islam saat ini adalah di media sosial, yg justeru makin merebak paham radikal dan terorisme (misal, kesuksesan ISIS merekrut anggotanya dari seluruh dunia hanya melalui propaganda & kontak di medsos) sementara ormas-ormas Islam di Indonesia masih nyaman dgn cara-cara dakwah konvensional (off air dan off line).

Maka perlu perhatian khusus dan fokus ke strategi dakwah di media sosial, dgn memperbanyak konten-konten positif. Selain itu, perlu mengadaptasi karakter masyarakat perkotaan, budaya pop dan generasi milenial dalam penyajian dakwah.

Yang intinya, metode dan cara penyampaian benar-benar harus diperhatikan, bahkan diprioritaskan daripada soal materi (الطريقة أهم من المادة) Salah satu strategi jitu kelompok radikal menggunakan modus propaganda minus materi.

Untuk ormas-ormas Islam tidak perlu diajari soal materi, karena soal ini, ormas-ormas Islam sudah kaya & berlimpah, tantangannya adalah di soal metode dan cara pengemasannya. Bagaimana mengemas dan memanfaatkan semua platform media sosial: facebook, instagram, WA, LINE, Twitter, BBM, dll yang sangat menentukan konten dakwah, baik yg berbentuk teks, foto/meme, video yg harus ringan, singkat, inspiratif, menarik, yg berisi motovasi, membangun optimisme, futuristik.

Selain itu bagaimana menjadikan sebuah konten agar viral dgn tehnik-tehnik sharing dan membangun jaringan-jaringan di dunia maya.

Jaringan Ormas juga perlu diajak ke online, tidak hanya jaringan offline. Dan agar tidak tumpang tindih, untuk strategi di medsos dengan menggerakan generasi milenial di masing-masing ormas. Lebih dari itu, perlu siapkan alokasi dana (budget) untuk dakwah di medsos, jadi tdk hanya dakwah dlm arti pembangunan prasarana fisik, juga jaringan informasi & teknologi untuk dakwah. Karena masa depan dunia adalah di teknologi, maka Ormas-ormas Islam pun mau tidak mau harus beradaptasi dgn perkembangan ini.

Sumber : Status Mohammad Guntur Romli

Wednesday, November 1, 2017 - 15:15
Kategori Rubrik: