Strategi Covid dan Prosedurnya

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Kepala sekolah minta izin ke saya sebagai pimpinan yayasan, mau mengumpulkan orang tua/wali dalam rangka menandatangani form pembayaran.

Saya tanya balik, mau dikumpulkan? Maksudnya gimana?

Soalnya ada berkas yang perlu mereka tanda-tangani, ustadz. Gitu alasannya.

Memangnya gak bisa berkas itu ditanda-tangani secara online saja?

Wah, pihak banknya minta tanda tangan asli.

Kalau gitu, orang tua/wali suruh saja ke bank nya langsung. Ngapain ke sekolah?

Wah, saya nggak paham deh.

Kalau kepsek tetap mau kumpulkan ortu/wali murid, prosedur dari saya sbb :

1. Pisahkan mereka jangan sampai berkerumun dan antri. Atur jam pertemuannya berselang 5-10 menit per orang. Datang pergi harus gantian dan bergiliran.

2. Kalau jumlahnya ada 400 orang, siapkan 4 meja yang terpisah. Jadi dalam 5 menit ada 4 orang yang datang dan tanda-tangan lalu segera pulang.

3. Berarti dalam satu jam 4x12=48 orang yang datang untuk tanda tangan. Untuk 400 orang, butuh displit menjadi 400:48=8,3 jam alias 8 jam 20 menit.

4. Maka meja untuk tanda tangan itu harus dibuka 8 jam lebih. Mulai jam 07.00 sd 15.00 dengan 4 meja dan 16 orang petugas bergantian.

5. Undangan untuk ortu/wali harus mencantumkan jam hingga ke menit-menitnya, atau bisa dibikin online, biar mereka yang pilih sendiri jamnya sesuai dengan keluasan waktunya.

Mirip kayak pesan tiket di bioskop, pesan pesawat, kereta api dan lainnya. Datangnya hanya pas jamnya.

6. Petugas tidak duduk berhadapan dengan ortu, tapi agak jauh. Wajib pakai face shield, masker, sarung tangan dan segera mandi kalau selesai tugas.

7. Ortu yang datang tidak boleh sebelum waktunya. Toleransi 5 menitan. Biar tidak berkerumun. Wajib bermasker dan cuci tangan di tempat. Dan wajib segera pulang begitu selesai.

8. Semua tindakan di atas hanya dilakukan di halaman sekolah dekat pintu gerbang. Bukan di dalam ruang gedung sekolah.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Sunday, May 31, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: