Stop Judging Atheist and Agnostic

ilustrasi

Oleh : Nurul Indra

Satu hal yang mengecewakan dari hasil konferensi international Al-Azhar ini yaitu menghakimi kaum ateis sebagai kelompok berbahaya yang ingin menghancurkan agama dan tatanan masyarakat.

Ada hal yang disalah pahami oleh orang2 beragama soal ateisme. Tapi, orang beragama yang moderat, seharusnya paham siapa dan apa sebenarnya itu ateisme itu.

Ateis yang suka jahil barbar menghina agama memang ada. Mencemooh dan menertawakan tuhan, keyakinan, serta cara ibadah orang beragama. Ya memang ada.

Tapi tidak semua ateis dan agnostik itu seperti itu. Biasanya itu dilakukan atheis naif atau atheis ekstremis. Kaum atheis intoleran. Kalau di islam, sejenis golongan takfiri yang hobi ngafirin orang.

Ekstremis itu ada di semua hal. Gak hanya ada di Islam saja, gak hanya ada di agama saja. Tapi ada juga esktremis di kalangan atheisme, juga science.

Tapi, bukan berarti kita bisa dengan mudah menggeneralisir semua atheist itu berbahaya, ingin menghancurkan agama. Sama halnya kita gabisa menggeneralisir semua umat islam itu ekstremis, radikalis, teroris.

Penganut atheist gak percaya agama dan tuhan dalam konteks harafiah. Agama yang sudah punya label dan tuhan yang punya nama.

Tapi, atheist sebetulnya beragama dan bertuhan juga. Agama dalam konteks jalan hidup dan tuhan adalah sesuatu yang disembah atau diagungkan. Apa agama dan tuhannya atheist?

Tuhan atheist adalah logika, agamanya adalah science, norma hidupnya adalah hak asasi dan humanity. Dimana jahat dan bahayanya buat agama?

Soal kejahatan, umat beragama juga bisa jahat. Teroris jahat, membunuh orang atas nama agama. Di Indonesia, teroris juga memenjarakan orang atas nama agama. Malah belum lama ini ada ibu-ibu berjilbab besar yang tega menampar anak SD karena anak itu bertengkar dengan anaknya. Jahat kan?

Aku pribadi memahami "lakum dinukum waliyadin" itu sebagai "bagiku keyakinanku, bagimu keyakinanmu, ". Sesama umat manusia tidak boleh memaksakan keyakinan masing2. Keyakinan tentang tuhan, agama, mazhab, penafsiran ayat alquran soal aurat yang berkaitan jilbab wajib atau tidak.

Beragama dan bertuhan itu adalah hak. Bukan kewajiban yang bisa dipaksakan oleh sesama manusia.

https://www.facebook.com/1552475198334094/posts/2510287169219554/

Sumber : Status Facebook Nurul Indra

Friday, February 7, 2020 - 13:15
Kategori Rubrik: