Stop Bullying

ilustrasi

Oleh : Debby Astetica

Beberapa hari yang lalu, pukulan besar menghantam kami, duka yang begitu mendalam kami rasakan
Tapi bukan itu yang ingin gue tulis saat ini, karena biarlah duka itu kami lewati, tolong bantu saja doa untuk almarhum dan untuk kami

Gue kembali sangat concern mengenai issue bullying, semakin kesini gue semakin merasa bahwa bullying semakin parah. Ketika dijaman dulu bullying mungkin lebih terlihat secara fisik, kini bullying terparah adalah bersifat verbal. Melalui ucapan, tulisan, orang dengan mudahnya dapat menyakiti hati orang lain.

Dengan berlindung dengan kalimat ‘baper amat loe’ - ‘yaelah cuma bercanda’ - dll, justru korban bully malah terlihat salah karena memiliki mental yang lemah.

Dan bullying semakin menjadi karena tidak diiringi dengan pemahaman tentang kesehatan mental yang cukup. Issue mental health masih dianggap tabu untuk dibicarakan, masih dianggap tabu untuk dideclare.
 

Bullying tidak mengenal usia, bahkan dari usia dini anak sudah belajar melakukan bullying, dan tanpa disadari, bullying paling awal dimulai dari rumah sendiri, bibit bullying dimulai dari lingkungan terdekat.

Ga percaya? Pernah gak kita ngomong ke anak ‘ih pesek amat sih?’ - ‘eh kamu item banget deh’ atau ‘ih kamu bolot banget deh dipanggil ga denger denger’ - dll. Ya dimulai dari bercandaan, atau emosi sesaat, tapi itu akan tertanam di benak anak, sehingga anak akan merasa hal itu biasa saja, atau bahkan karena anak merasa dibully di rumah, sehingga di luar rumah dia akan menjadi seorang pembully.

Semakin berat tugas kita sebagai orang tua, semakin berat tantangannya. Tapi percayalah, ketika kita berhasil mendidik anak kita menjadi seseorang yang sangat memanusiakan manusia, maka kita akan dengan tenang mengembalikanNya kepada pemilikNya.

Then, i clearly loud to speak #stopbullying #antibullying

Sumber : Status Facebook Debby Astetica

Thursday, January 23, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: