Still Many The Unknows

ilustrasi

Oleh : Ruly Achdiat Santabrata

Semalam, Malaysia memutuskan menerapkan Pembatasan Pergerakan Warga (Movement Control Order) untuk menekan penyebaran virus corona. Ini bukan hal yang mengejutkan, mengingat negara2 lain telah melakukannya. Tapi kebanyakan di Eropa. Sedang di Asia Tenggara, Malaysia adalah yang pertama untuk ukuran negara, atau yang kedua jika Manila dan sekitarnya dimasukkan ke kategori ini.

Jika kita lihat penambahan kasus baru diurut dari 17 negara terbanyak (gambar kiri di bawah - sort by total new cases by country), kemarin ada sekitar 8400 kasus baru di Eropa saja, di luar Eropa ada 1844 kasus. Artinya pertambahan kasus baru Eropa itu 82% dari keseluruhan kemarin. Dan jika dari 1844 kasus itu dikelompokkan terhadap suhu udara saat ini atau tropikal/non-tropikal maka hanya Malaysia yang termasuk ke daerah tropikal. 138 orang dalam 1 hari. Atau 1.3% kasus baru ditemukan di daerah tropikal.

Sedang China sdh lewati peaknya setelah tiga bulan.

| Artinya kita (Indonesia) boleh tenang2 saja?

Belum ada penelitian yang berhasil membuktikan virus corona akan slowing down di udara yang hangat. Sumber: https://www.nationalgeographic.co.uk/…/will-warming-spring-…

Sering kita kenal adanya seasonal flu yang juga adalah satu keluarga dengan virus corona. Hal yang umum di Eropa sini seasenal flu banyak menyebar mulai Autumn, terutama Winter lalu mulai turun di Spring dan hilang di Summer.

7 February lalu, Trump mentweet bahwa udara hangat yang akan masuk di bulan2 depan akan memperlambat penyebaran virus corona. China akan sukses meredamnya. Sumber: https://twitter.com/realdonaldt…/status/1225728756456808448… Walau hal ini langsung dikritik oleh para ahli, ‘it’s too early to make an assumption’, namun jika saya ingin berspekulasi ada scientific evident/assumption yang mendasari pernyataan Trump 1.5 bulan yang lalu.

Di gambar sebelah kanan pun terlihat hingga saat ini, prosentase penyebaran virus corona terbanyak adalah di non-tropikal tapi sekali lagi bukan tak ada/tak menyebar di daerah tropikal. Contohnya Malaysia 138 dalam sehari.

Kita musti balans. Tidak meremehkan dan juga tidak terlalu parno. It’s still many the the unknowns termasuk yang terpenting kapan vaksin covid-19 tersedia di rumah sakit di sekitar kita.

Nah, di sinilah peran pemerintah.

Bagaimana membuat keadaan balans itu ada. Dari gelap/abu-abu jadi terang. Di awal beberapa pejabat tampil menenangkan warga tapi sayang tidak dengan data malah dengan canda aka guyon. Itu sudah berlalu, tapi jangan diulangi bapak2. Itu justru tidak menenangkan.

Kita juga tidak punya data sebaran epidemik yg detil. Ada yang positif tapi tidak diberi tahu ada dikluster mana / provinsi mana (https://kcov.id/petapositif). Anggaplah itu hanya ada di saku bapak2 pengambil keputusan. Monggo Pak. Tapi mohon digunakan jadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Kita perlu appresiasi pemda Jakarta (http://corona.jakarta.go.id) dan pemda Jabar ( https://pikobar.jabarprov.go.id) yang menampilkan sampai level ODP/PDP. Memang kalau mau dibilang, kedua provinsi itu sekarang adalah epicenternya Indonesia. Transparansi di kedua wilayah itu amat diperlukan.

| oh jadi akang nggak minta Indonesia di Lockdown? Lalu apa lagi yang bisa dilakukan pemerintah?

Siapa yang minta di lockdown? Ada dua saat yang bisa dilakukan pemerintah saat ini.

1. Tes massal gratis ke sebanyak2nya warga.

Masyarakat jelas ingin tahu, tapi yang paling penting untuk tahu itu adalah pemerintah pengambil keputusan. Begitu kan? Kan dalam mengambil keputusan untuk mengintervensi penyebaran baik itu dengan cara aggresive (lockdown), modest atau mild lalu di daerah mana saja harus berdasar data. Bagaimana bisa hanya dengan insting? Operasi senyap?!! Bangun pak!

2. Menyiapkan rumah sakit2 saat keadaan peak nanti

Alat kesehatan2 khusus seperti ventilator. Tak ketinggalan Dokter2 dan perawat2. Om Boris memang belum me-lockdown seluruh UK, tapi jajaran pemerintahnya terus berupaya men-slow down dan yang terpenting menyiapkan NHS (semacam group Rumah Sakit yang mengelola BPJS) untuk siap termasuk ketersediaan alat ventilator bahkan segera mengajak private sector untuk membuatnya. Sumber: https://www.cityam.com/boris-johnson-calls-on-uk-businesse…/ 

| Kapan keadaan peaknya Kang?

Lihat saran 1 Dek. Kalau punya data, kondisi peak bisa dimodelkan dan kemudian diambil metode intervensinya.

| Jadi akang percaya sama pemerintah dalam menangani covid-19?

Betapa saya ingin mempercayai bahwa virus corona akan mati di Indonesia atau negara tropikal, tapi kenyataannya sudah 134 yang positif di Indonesia, dan 138 orang dalam satu hari dari total 566 org di Malaysia.

Betapa juga saya ingin pasrah bongko’an denga pemerintah, kenyataannya ada 696 jamaah Indonesia yang ngumpul bareng dengan pasien positif di sebuah jama’ah tabligh di Malaysia, pemerintah tak berdaya mengumpulkan datanya. Hallloo?

| Rewel amat Kang?

Pemerintah sih, tak jelas battle plannya. Coba kalau jelas. Saya dan seluruh masyarakat mustinya sudah tenang2 saja #StayTheFuckHome #CicingDiBumi #BeganaDiRumah #DiamDiRumah

Sumber : Status Facebook Ruly Achdiat Santabrata

Wednesday, March 18, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: