Status Izin Tinggal Habib Rizieq

Oleh: Sumanto Al Qurtuby

 
Berikut ini keterangan "Press Release" dari KBRI Arab Saudi tentang status ijin tinggal Baginda Habib Rizieq di Saudi.
 
"Berdasarkan penelusuran KBRI Riyadh, saat ini visa yang digunakan oleh Mohammad Rizieq Syihab [MRS] untuk berada di wilayah KAS [Kerajaan Arab Saudi] telah melewati batas waktu yang ditentukan. MRS mempergunakan visa ziyarah tijariyyah (visa kunjungan bisnis) yang tidak bisa dipergunakan untuk kerja (not permitted to work)."
 
 
 
"Visa bernomor 603723XXXX ini bersifat multiple (beberapa kali keluar masuk) dan berlaku satu tahun dengan izin tinggal 90 hari per entry. Visa ini sebenarnya sudah habis masa berlakunya pada tanggal 09 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa No 603724XXXX hingga intiha’ al-iqamah (akhir masa tinggal) pada tanggal 20 juli 2018."
 
"Untuk perpanjangan visa, seorang WNA harus exit/keluar dari KAS untuk mengurus administrasi. Karena keberadaan MRS sampai hari ini masih berada di KAS, maka sejak tanggal 8 Dzul Qa’dah 1439 H / 21 Juli 2018, MRS sudah tidak memiliki izin tinggal di KAS."
 
Demikian cuplikan siaran press dari KBRI. Saya sendiri, karena kesibukan urusan kampus, belum sempat ngobrol dan menanyakan tentang ini kepada Dubes Saudi yang juga sahabat karibku, meskipun kadang kami ngobrol ngalor-ngidul tentang WNI di Saudi.
 
***
 
Saudi adalah salah satu negara yang sangat ketat dan tegas dalam hal keimigrasian ini. Maklum sekitar 30% dari total penduduk Saudi adalah warga asing (ekspat). Warga ekspat yang tinggal di Saudi bukann hanya non-Arab saja tetapi juga warga Arab non-Saudi.
 
Warga ekspat non-Arab kebanyakan dari India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Filipina, Indonesia, dan negara-negara Afrika. Sedang komunitas ekspat Arab sebagian besar berasal dari Mesir, Yaman, Yordania, Libanon, Suriah, dlsb.
 
Waga ekspat yang melanggar peraturan tentang ijin tinggal ini, pasti akan mendapatkan sanksi hukum baik hukuman penjara maupun dideportasi serta larangan menginjakkan kaki di Saudi. Kalau kesalahannya berat, larangan memasuki Saudi itu bisa berlaku seumur hidup, tapi kalau agak berat larangan itu berlaku beberapa tahun saja.
 
Sudah banyak sekali warga asing (ekspat) yang dideportasi dan dihukum karena melanggar UU Imigrasi dan ijin tinggal ini. Tapi warga Indonesia itu, menurut informasi dari KBRI, umumnya "mdedut" alias mbandel alias ndablek. Meskipun mereka sudah tidak punya ijin resmi tinggal di Saudi tapi nggak mau pulang.
 
Modus mereka biasanya datang dengan visa umroh / haji, setelah umroh / haji selesai, mereka nggak mau pulang. Padahal visa ijin tinggalnya sudah habis. Ada pula yang awalnya datang dengan visa kerja (sebagai PRT atau sopir). Tapi setelah masa kontrak kerja habis dan majikan nggak mau memperpanjang, mereka emoh mudik, malah "minggat". Jadilah mereka penduduk ilegal. TKI/W yang statusnya ilegal hingga kini masih banyak. Tapi mereka ngumpet dan kerja serabutan gak karuan. Kalau tertangkap operasi baru nangis mewek-mewek.
 
Selain visa umroh/haji atau "visa kerja" yang sudah umum, Saudi juga membuka "visa turis" untuk tujuan wisata (visa jenis ini baru), selain visa "kunjungan bisnis" seperti bibib tadi meskipun nggak jelas bisnisnya apa he he. Masa berlaku semua jenis visa sangat terbatas cuma beberapa bulan saja.
 
Kalau makhluk kayak saya tidak memakai visa lagi karena sudah punya "Iqama" (semacam resident permit) yang bisa diperpanjang kapan saja kalau sudah habis, dan nggak perlu keluar Saudi dulu untuk memperpanjang anunya itu. Kalau masa berlaku Iqama (bukan visa) habis (expired), saya cukup datang ke kampus menemui staf yang ngurusi kayak ginian, dan dalam hitungan detik sudah panjang lagi anunya itu he he. Ajib kan?
 
Hal ini beda dengan visa biasa seperti bibib tadi yang harus keluar Saudi dulu untuk memperpanjang anunya. Karena itulah bibib kita lihat kadang sedang di negara x atau negara y, itu ya untuk ngurus perpanjangan anu visa tadi supaya bisa masuk lagi ke Saudi.
 
Demikian sekilas info, sekedar berbagi inpo. Semoga bermanfaat. Kalau dianggap nggak bermanfaat juga nggak masalah. Emang gue pikirin. Apa urusannya Anda mendekte diriku suruh nulis ini-itu?
 
(Sumber: Facebook Sumanto Al Qurtuby)
Sunday, September 30, 2018 - 05:15
Kategori Rubrik: