Ssstt... Telkomsel Sudah Kantongi Identitas Pembocor Data pribadi Denny Siregar

Oleh: Alifurrahman

Pernyataan Telkomsel yang mengatakan siap bekerjasama dengan kepolisian untuk mengungkap kasus bocornya data Denny Siregar, memang cukup memuakkan. Drama. Karena tak perlu melibatkan polisi, asal mau, cukup 5 menit saja sudah pasti tahu siapa yang memberikan data Denny kepada Opposite6890.

Mungkin pihak Telkomsel mengira mereka sedang berada di tahun 90an. Hidup tanpa sosial media, semua media bisa dikendalikan dan cukup satu pintu pernyataan. Lalu mengira pernyataannya itu bisa menjawab segala permasalahan yang sudah terlanjur ada.

 

Padahal ini tahun 2020. Semua orang bisa bersuara dan tak bisa dibendung, termasuk saya. Sudah saya jelaskan kemustahilan data Denny dihack, karena data disimpan offline dan hanya bisa diakses dari kantor Telkomsel, harus punya user staff dan password, plus punya RSA SecureID (kunci fisik) untuk mendapat nomer acak. 

Tulisan tersebut memang cukup menyebar dan akhirnya sampai ke internal Telkomsel. Maka wajar saja kalau pihak Telkomsel kaget karena ada tulisan yang menjelaskan secara rinci terkait penyimpanan datanya. Dijelaskan dengan sangat mudah dipahami awam. Lalu menyimpulkan kalau data Denny sengaja dibocorkan oleh staff Telkomsel sendiri.

Sehingga pernyatan Telkomsel sebelumnya, yang mengklaim siap bekerjasama otomatis terbantahkan. Jadi normatif dan bahkan terkesan melindungi oknum staf yang melanggar hukum.

Media-media lain mungkin bisa memberitakan secara utuh pernyataan Telkomsel. Beberapa saya lihat judulnya sangat memihak pada Telkomsel. Tapi tidak dengan Seword. Jika kalian perhatikan, tidak ada satupun artikel terkait kasus ini yang memihak Telkomsel. hahaha 

Ini bukan karena saya suruh atau perintah lho ya. Tapi kami memang tegak lurus pada logika.

Nah hari ini saya mendapat kabar bahwa Telkomsel sudah melakukan rapat dan audit internal. Sudah diketahui juga nama staf yang mengirim gambar konsol box berisi data Denny Siregar ke Opposite6890. 

Staf yang membocorkan data ini juga sudah dipanggil. Maka wajar saja hari ini Opposite6890 mengklaim konsol miliknya bisa masuk ke semua provider. Lalu menganggap percuma audit internal karena tidak akan ketahuan orangnya.

Wajar kalau Opposite ingin melindungi staf Telkomsel yang memberikan data kepadanya. Karena kalau staf tersebut diciduk atau dipecat, maka itu juga akan berdampak pada Opposite. 

Kesalahan staf Telkomsel adalah, menganggap suara Opposite signifikan dan bisa diterima publik. Padahal saya sudah menjelaskan secara gamblang bahwa gambar yang diposting oleh Opposite itu pasti didapat dari staf Telkomsel. PASTI! Dan itu tak akan pernah bisa dibantah oleh Opposite atau siapapun.

Saya tahu internal Telkomsel sedang memantau Seword. jadi Saya ingin beri masukan terbuka dan gratis. Terserah kalian mau diterima atau tidak.

Pertama, kasus ini tidak bisa diselesaikan secara senyap. Karena kasus dimulai secara terbuka. Diposting oleh Opposite, direspon oleh Denny Siregar, lalu dijelaskan secara gamblang oleh Seword. 

Kasus ini jelas tidak bisa disamakan dengan kasus salah satu bank BUMN yang salah transfer. Dan konsekuensinya cukup memecat semua tim Itnya. Tidak bisa. Ini kasus berbeda dan sudah terlanjur rame. Lebih dari itu, pihak Telkomsel membuat pernyataan normatif yang mengundang emosi.

Kedua, untuk itu cara menyelesaikannya juga harus dengan rame-rame. Bangun narasi bahwa Telkomsel tidak mentolerir aksi kriminal semacam ini. Tidak menampung kadrun atau golongan pro FPI, yang suka sebar data dan persekusi. 

Ketiga, untuk menghindari terjadi pembocoran data di lain hari, dan juga sebagai pembelajaran untuk staf yang lain, maka pemecatan terhadap staf yang telah membocorkan data harus diumumkan pada publik. Nama lengkap dan jabatannya.

Sampaikan pada publik motivasi staf terkait, apakah dibayar oleh Opposite atau ini masalah ideologi dan pilihan politik. 

Keempat, kasus ini jelas akan berdampak pada penurunan kepercayaan konsumen. Untuk itu Telkomsel harus menjawabnya dengan serius, bahwa kalian bersungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dan pembersihan dari staf kadrun.

Bisa dimulai dengan melacak lebih jauh soal kasus serupa yang mungkin terjadi sebelumnya. Seperti kasus Seword tidak bisa diakses dari Telkomsel pada 29 Agustus 2019, sampai harus ganti DNS dan IP. 

Atau dicek apakah sebelumnya juga pernah ada akses data tertentu yang bersifat tunggal tanpa ada alasan jelas? selain itu, kalau kalian baca komentar-komentar di banyak platform, masyarakat mulai mengungkit banyaknya SMS penipuan dan spam. Apakah sebelumnya juga ada penjualan data konsumen? Mungkin ini tak perlu disampaikan pada publik, tapi perbaikan harus dilakukan secara serius. Untuk kasus SMS penipuan ini bisa dilakukan pemecatan tertutup. 

Kelima, yang terpenting adalah menyerahkan staf yang membocorkan data Denny Siregar kepada kepolisian. Agar menjadi jelas siapa sebenarnya akun anonim Opposite6890, lalu dicocokkan apakah benar namanya Wahyu Budi Laksono? Dan bernama Irsan A Rauf di IC Malaysia?

Tapi sekali lagi, ini semua hanya saran gratis. Selebihnya saya serahkan pada Telkomsel mau bersikap seperti apa. Yang jelas, tak ada jalan keluar yang lebih baik dari mengakui dan memperbaiki dengan sebenar-benarnya. Begitulah kura-kura.

(Sumber: Seword)

Thursday, July 9, 2020 - 20:15
Kategori Rubrik: