Spiritualitas dan Religiusitas

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Apa yang sekarang disebut di Bali sebagai agama Hindu atau Hindu Dharma...., sesungguhnya adalah perkembangan lanjut dari ajaran Siwa-Buddha.

Hindu Bali mempunyai sistem kepercayaan..., religi..., etika..., filsafat.., kitab suci..., lembaga kependetaan.., tempat suci.., dan kebudayaan tersendiri...; yang berbeda dari tradisi agama Hindu di tempat-tempat lain.

Ajaran Siwa-Buddha..., adalah agama nenek moyang orang Jawa Kuno.

Ajaran Siwa-Buddha Tantris hanya ada di sini..., di Indonesia...; tidak ada lagi ditemukan di tempat lain.

Hal ini sangat jelas memperlihatkan...; betapa para Rsi.., Acharya.., maupun Mpu..., di masa silam telah melahirkan sebuah karya yang agung di bidang agama..., spiritual..., seni..., dan kebudayaan.

Karya ini sungguh mengagumkan...., paling tidak bagi dia yang berjalan di jalan rohani..., dan bagi mereka yang masih bisa menghargai karya-karya besar leluhurnya..... atau bagi mereka yang masih tidak mau menghapus sejarah besar pendahulu-pendahulunya.

Ajaran Siwa-Buddha ini sangat unik..., khas..., dan telah melahirkan kebudayaan besar di sebuah negara yang besar pula.

Nilai-nilai yang bersumber dari agama ini digunakan untuk membangun negara kebangsaan yang "Bhineka Tunggal Ika"..., berbeda namun tetap satu.

Ajaran agama yang mempromosikan pluralisme dalam segala aspek kehidupan.

Negara Indonesia adalah negara besar..., tidak hanya dari segi wilayah teritorialnya..., namun juga kebudayaannya.

Oleh karena itu...., Indonesia adalah juga sebuah bangsa yang besar..., karena mempunyai dan mewariskan kebudayaan yang besar pula.

Di sinilah peranan aksara dan sastra sangat menentukan arah kebudayaan Indonesia ke depan.

Kesusastraan Indonesia ke depan..., semestinya mengambil roh nilai-nilai universal dari khasanah kesusastraan Nusantara.

Rahayu....

Sumber : Status facebook Buyung Kaneka Waluya

Monday, February 3, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: