SP3 Pembuka Fitnah

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Diantara 7 Presiden Indonesia, Jokowi lah yg mendapat fitnah paling banyak, sangat masif terstruktur dan paling kejam. Dari tuduhan PKI hingga keberadaan orang tuanya menjadi ajang fitnah. Itu diakui oleh Ketum PPP Romahurmuziy bahwa fitnah itu berasal dari pendukung Prabowo lewat tabloid Obor Rakyat. Tabloid yg sengaja dibuat untuk menyebarkan fitnah2 tsb.

Kenapa harus dengan fitnah? 
Pendukung lawan Jokowi tidak pede jika membandingkan prestasi, rekam masa lalu sampai kehidupan pribadi antara Jokowi dan tokoh yg diusungnya.
1. Tidak ada rekam jejak Jokowi yg menyelewengkan uang negara. 
2. Hasil kerja Jokowi sebagai Walikota diakui warga Solo. 
3. Beliau juga tercatat sebagai salah satu walikota terbaik dunia. 
4. Dalam menghadapi protes warganya, Jokowi melakukan pendekatan humanis tidak represif.
5. Solo maupun Jakarta yg pernah dipimpinnya, sangat terasa perubahannya. Baik penataan kota maupun pelayanan terhadap warga.

Sementara pendukung PS selalu membanggakan karier militer PS, sebagai komandan pasukan elit TNI-AD dan operasi militer yg diikutinya. Saat diusik tentang kasus penculikan dan isu pelanggaran HAM, mereka kompak mengatakan bahwa itu fitnah utk menjatuhkan reputasi PS karena belum dibuktikan dipengadilan.

Begitu juga saat PS berhenti dari dinas militer, bagi mereka PS tidak "Dipecat" tapi "Diberhentikan dengan hormat". Pertanyaannya, jika kariernya hebat, apa alasan TNI memberhentikan beliau, padahal usia beliau masih 47 tahun sedangkan pangkatnya sudah Letnan Jendral..?
Bukankah seharusnya TNI mempertahankan seorang Perwira Tinggi yg berprestasi..??
Toh pelaksana Tim Mawar yg melakukan penculikan ada yg masih berkarier di TNI dan sudah naik juga pangkatnya. Jadi prestasi apa yg dimiliki PS..???

Okelah mungkin para pendukung punya jawaban tersendiri tapi yg pasti, runutan kejadian itu ada dalam rekaman sejarah. Rekaman lain juga menyebutkan, PS pernah tinggal kelas saat di Akmil dan otomatis bukan penerima Adhi Makayasa, penghargaan untuk lulusan terbaik di Akmil.

PS juga belum terbukti mampu menangani kehidupan sosial masyarakat sipil. Selama berdinas di TNI, kariernya dihabiskan di pasukan tempur, unit satuan elit. Beliau belum pernah menjabat sebagai Panglima Kodam, penguasa militer teritorial/daerah. Pimpinan militer yg berada dibawah penguasa sipil (Gubernur) dan bisa berinteraksi dengan kehidupan masyarakat sipil diwilayahnya.

Jadi sangat sulit melakukan komparasi seimbang antara PS dgn Jokowi sebagai pemimpin ideal bagi masyarakat sipil. Apalagi jika catatan sejarah pribadi masing2 diungkap. Dari catatan sejarah dan kenyataan itu, pendukung PS mencoba mengaburkan fakta sejarah junjungannya sementara prestasi dan kebenaran tentang Jokowi mereka tutup dengan fitnah. Licik memang.

Fitnah itu menyebar luas dan diamini oleh pendukung PS, baik yg tau sejarah maupun yg fakir literasi. Tapi dengan caranya sendiri, Tuhan membuka kebenaran dan menutup fitnah2 itu. Bukan melalui relawan yg selalu setia membela Jokowi tapi melalui pengakuan kelompok yg selama ini justru ikut dalam barisan anti Jokowi. Apakah pembelaan kubu lawan karena SP3 yg diterbitkan?

Gak usah baper dulu. 
Kebenaran Tuhan sedang bekerja. Tuhan memberitahu kita bahwa lawan2 Jokowi memang melakukan fitnah demi kekuasaan dan memanfaatkan kelompok tertentu untuk memuluskan tujuannya. SP3 itu kewenangan Polri tapi mengungkap kebenaran adalah kewenangan Tuhan.

Jika tulisan ini dikatakan black campaign ya terserah, tapi mencari tau dan mempelajari masa lalu seorang calon pemimpin itu harus sedangkan memfitnah seseorang itu perbuatan biadab yg menurut agama lebih kejam dari pembunuhan.

Tyva -

https://m.cnnindonesia.com/…/kuasa-hukum-rizieq-shihab-bant…

https://m.cnnindonesia.com/…/romy-ppp-isu-jokowi-pki-berasa…

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Thursday, June 21, 2018 - 18:15
Kategori Rubrik: