SP3 dan Zina

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Beragam reaksi atas keluarnya SP3 kasus chat mesum RHS. Marahnya kita begitu memuncak atas Imam kaum bani sangkal ini. Sampai2 akal sehat kita dikalahkan oleh emosi berbalut kebencian, dan kadang kita ikut2an meproduksi makian berkepanjangan.

Dalam proses hukum selalu ada dua sisi kerugian yg dibebankan kepada pihak2 yg terimbas. Mencuri misalnya, ada sisi kerugian bagi yg dicuri, dan pendapatan bagi yg mencuri. Nilai yg lainnya yg tak lekang dari proses curi mencuri adalah moral. Disini posisi pencuri paling dirugikan. Karena gelar pencuri akan melekat pd dirinya dalam waktu yg lama.

 

 

Masalah chat mesum, siapa yg dirugikan, jelas RHS. Akhlak dan moralnya cacat hukum sosial walau dia secara hukum formal tidak bs dijerat oleh pasal dan ketentuan yg berlaku karena barang bukti tidak cukup, dsb.

Kita sbg penari latar yg mengiringi siapa saja yg sdg menari tidak pernah dirugikan scr langsung, hanya perasaan saja yg ikut berkorban krn menurut kita harus A knp kok jadi B. Penari yg berperan yg terpleset bisa terkilir, patah tulang, bahkan geger otak dan tak bs menari lagi. Terus kenapa ulu hati kita yg kesakitan, ini karena emosi yg berlebihan. Asam lambung naik, sesak nafas, pusing, mual, dan terus2an kebelakang.

Dalam kasus diatas, RHS tidak serta merta bisa jumawa, dia bisa berkata tak terbukti bersalah, tapi jauh direlung hatinya, juga Firza, apakah mereka benar tak berzina, cuma mereka yg tau bersama Tuhan. Jadi hukum zinalah yg akan menghukumnya.

Eksistensinya sebagai imam utk kaumnya biarkan mereka yg menilainya. Kalau kita sudah sejak awal tidak meliriknya apalagi mengakuinya krn masih ada ribuan ulama yg bisa kita jadikan panutan, ngapain kita ikut2an berdesakan mendengar dan melihat sosok yg bahkan kelopak matanya saja sudah menakutkan.

Terus gimana menurut abang tanya kawan saya. Saya jawab sekenanya..ya biarkan dia yg mersakan. Kan kau tdk ikut tersedak, apalagi sampai muntah.
Terus ngapain kau ikut2an susah. Jaga saja hatimu utk tidak pernah berubah kpd yg kau yakini. Karena setiap orang adalah arsitek dari keberuntungannya sendiri.

Jangan kelain hati #TETAPJOKOWI

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

 

Tuesday, June 19, 2018 - 11:00
Kategori Rubrik: