Sosial Media Era

ilustrasi
Oleh : Agung Wibawanto
Im feel tired and sick with social media. Netizens make hoaxes and propaganda. Good gone be bad and bad gone be good. They buzz each other.
Why people can't laugh together. Make something positive and productive. Being create a better life brighter. Trusting each other hand in hand.
This is the social media era. You don't know whose your buddy or enemy. This is the social media era. Its easy make a cover coz we ever met really.
Oh Im sick ...
Oh Im tired ...
This world becomes virtual. I feel that I wasn't me and you weren't your. I think its enough. We must stop the crazy maya world.
Show us the real world still exist. Don't ever give up. Show us we still exist. To destroy falsehood.
Let's meet, let's get together, let's do real things, not fakes. This world is too beautiful for you to fool. Make love and to be loved. (AW)
__________________________
Rasa iri dan benci kelompok Supen terhadap apa yang dilakukan Bu Risma sungguh sangat terlalu. Rasa benci itu telah membuat luka kemanusiaan yang menimpa keluarga yang bukan siapa-siapa (rakyat jelata).
Pemilik toko poster dan bingkai Bung Karno di Setiabudi, Jakarta Selatan, Doni BK beserta keluarga mengaku di-bully setelah dirinya dan tokonya viral di media sosial. Di media sosial, Doni disebut sebagai pemulung yang memiliki toko poster dan bingkai Bung Karno.
Isu tersebut dihembuskan setelah Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan di kawasan jalan protokol Sudirman-Thamrin pada 4 Januari 2021. Isu tersebut ditulis akun Twitter @Andhy_SP211 dan sudah di-retweet sebanyak 134 kali serta disukai 253 kali.
Narasi yang dibangun twit dan balasan komentar pada akun @Andhy_SP211 seolah-olah pemulung yang ditemui Risma diatur sedemikian rupa atau di-setting.
“Komen (bully) di media sosial sampai anak nangis. Anak keempat itu di-bully lewat medsos. Kok begitu dibilang, biar laku jualannya. Katanya pencitraan,” kata Doni saat ditemui di tokonya di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, pada Kamis (7/1/2021) siang.
Anaknya dirundung oleh teman-temannya akibat postingan Twitter yang bernada miring. Anaknya malu karena ayahnya disebut melakukan pencitraan menjadi pemulung dan bertemu Risma. Padahal, pemulung itu orang yang berbeda. Anak Doni, Deri Setiadi (19) menceritakan bullying yang ia terima.
Di lingkaran pertemanannya, ayah Doni menjadi sorotan. “Di komentar-komentar begitu. Mengejek. Kok jualan gitu, aktingnya jago. Di Twitter bilang jago setting. Padahal itu orang ngga tau kebenarannya,” ujar Deri saat ditemui bersama Doni. Doni mengaku menyayangkan adanya unggahan yang mengaitkan toko miliknya dengan pemulung yang ditemui Risma.
Ia membantah sosok gelandangan dalam twit adalah dirinya. Seperti diketahui, isu itu menjadi heboh berawal dari twit yang diunggah akun Twitter @Andhy_SP211, beberapa hari lalu, "Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan,bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny.." kata dia.
Akun tersebut juga mengunggah komentar akun Adhe Idol:
"Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno memang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga,” demikian pernyataan Adhe Idol.
Sekali lagi, Doni membantah keras berita hoax yang telah menyebar di dunia maya, “Bahwasanya itu pemulung (gelandangan) itu berstatus jual bingkai itu tidak benar. Pedagang aslinya saya,” ujar Doni saat ditemui, Kamis (7/1/2021) siang. Ia menyebutkan, sosok pemulung yang di dalam foto tersebut bernama Nur Saman.
Nur Saman diakui sebagai teman sekaligus tetangganya, "Yang (pemulung) ditemui (Risma) itu bukan berstatus seorang pedagang foto Bung Karno. Makanya saya enggak terima itu,” tambah Doni.
Ketahuilah akun medsos atas nama Adhe Idol dan @Andhy_SP211, apa yang kalian lakukan itu sudah masuk kategori hoax, fitnah, dan menebar kebencian, yang merupakan ciri-ciri dari kejahatan kemanusiaan. Yang kalian lukai bukan fisik tapi perasaan dari orang-orang yang tidak terkait.
Oknum netizen seperti Adhe Idol dan @Andhy_SP211 inilah yang menjadikan era media sosial semakin destruktif bukan konstruktif, saling membenci bukan menyayangi, wasted time bukan produktif time. Salam saja kepada akun Adhe Idol dan @Andhy_SP211, aparat telah mendeteksi tukang pembuat hoax dan keonaran di media sosial. (Awib)
 
Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto
Monday, January 11, 2021 - 19:15
Kategori Rubrik: