Sombong

Oleh: Royan
 

Kamu sering berkata "lurusin pikiranmu, semoga kamu dapat hidayah, kembalilah ke jalan yang benar", bahkan disertai memvonis "kafir" dan bonus umpatan-umpatan lainnya untuk mereka yang berbeda pendapat.

Asalkan kalian semua tahu, ucapan dan umpatan tersebut sebenarnya hanyalah ungkapan kesombongan yang antum semua miliki, menganggap mereka tersesat, kotor, bahkan bisa jadi penghuni neraka. Mereka merasa direndahkan oleh ke egoisan kalian yang merasa apa yang kalian pikirkan adalah satu jalan paling benar dalam menggapai surga.

 

 

Bahkan, mendoakan mereka yang berbeda keyakinan agar masuk ke keyakinannya secara terang-terangan dengan menghiraukan apa yang mereka pikirkan ketika keyakinannya dianggap sesat atau salah secara terang-terangan.

Lalu, adakah ajaran di keyakinanmu yang mewajibkan orang untuk sombong?? Merasa benar sendiri, yang lain adalah sesat, salah, dan kafir?? Biarkan urusan vonis memvonis itu kita serahkan ke Tuhan. Dan kenapa pula kita tidak mendoakan diri kita sendiri agar selalu memdapat hidayahNya? Apakah karena kita sudah baik, atau mereka yang perlu kebenaran kita, sehingga kita perlu mendoakan bahkan memvonis kafir kepada mereka??

Jangan terkejut bila kalian menemui mereka tetap dengan pikiran yang kamu anggap sesat tadi, karena mereka juga menganggap bahwa untuk apa mereka beralih menjadi sepemikiran dengan kamu? Lebih senang mereka begini dari pada satu pemikiran dengan kesombongan, lebih senang mereka begini dari pada mengambil hak Tuhan, mereka lebih senang bila hanya Tuhan yang menilai baik buruknya pemikiran kita.

 

(Sumber: Facebook Royan)

Sunday, June 4, 2017 - 11:15
Kategori Rubrik: