Solidaritas Itu Kunci Indonesia Lawan Corona

ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Memang jumlah orang terkena dan meninggal akibat Corona terus bertambah di Indonesia tiap harinya. Tapi hal positif yang harus kita lihat juga adalah semangat bersama-sama menghadapi pandemi juga sama besarnya. Kita tidak boleh tutup mata, ada ratusan ribu masyarakat yang bergerak dalam kapasitas masing-masing. Baik di lingkungan, tempat kerja, komunitas dan lain sebagainya.

Bentuknya juga beragam, ada yang donasi dana, ada yang donasi APD untuk tenaga kesehatan, ada yang memberi makanan bagi yang tidak mampu, ada yang membuat masker dan masih banyak bentuk lain. Pun para artis mengkontribusikan apa yang mereka bisa, membuat vlog untuk menghibur bagi yang work from home misalnya.

Inilah nilai-nilai yang sebenarnya sangat kuat dimiliki warga di nusantara. Memang efeknya belum langsung kelihatan secara instan namun makin hari gelombang solidaritas makin besar.

Tantangannya ya hanya orang-orang yang masih percaya virus Corona bakal hilang sendiri berkat campur tangan Tuhan semata bukan karena ikhtiar manusia. Ini yang harus kita sadarkan bahwa manusia harus tetap berusaha menjauhkan bahkan mematikan virus. Tanpa usaha atau ikhtiar ya tetap akan menyebar kemana-mana. Kita semua punya peran dan punya kontribusi, tinggal apa yang akan kita kontribusikan. Apakah membantu memberantas Corona atau justru sebaliknya membuat Covid 19 malah menyebar kemana-mana.

Kontribusi paling sederhana ya kita diam dirumah dan banyak berdoa. Itu sudah sangat membantu upaya mengurangi penyebaran maupun kemungkinan tertular oleh orang yang carrier Corona. Tentu sifat masyarakat kita bukan masyarakat yang hanya diam berpangku tangan saja. Budaya kita ya tolong menolong, bahu membahu, gotong royong dan memiliki kepedulian sangat tinggi. Kita semua masih ingat bagaimana bangsa ini segera bangkit dari Tsunami Aceh, Gempa Jogja dan beragam bencana lainnya.

Pun saat ini masyarakat sudah banyak bergerak sesuai dengan apa yang memang menjadi potensi yang dimiliki. Setidaknya saat ini berbeda dengan sewaktu bencana Tsunami Aceh maupun Gempa Jogja. Teknologi sudah sedemikian canggih sehingga meski fisik kita dirumah namun kita bisa membantu orang atau pemerintah yang nun jauh disana.

Dengan hanya memiliki telepon genggam serta jaringan internet kita bisa mendesain seruan-seruan positif, membuat meme, membuat video pendek, vlog yang berisi nasehat, saran atau hal-hal yang meningkatkan kesadaran masyarakat agar tergerak menjaga diri atau membantu orang lain. Atau membuat konten dari sebuah tulisan dokter menjadi sebuah video agar lebih mudah difahami. Banyak hal yang menjadi peluang kita berkontribusi dan tidak selalu berupa materi/dana. Kesempatan berbuat baik terbuka lebar dan banyak menunggu apa yang bisa kita kontribusikan.

Jadi dirumah itu jangan hanya diam saja menonton televisi, lakukan sesuatu untuk bangsamu.

Sunday, March 29, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: