Soeharto dan Partai Islam

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Hoax yg disebarkan kelompok Micin Curah Asli (MCA) adalah, rezim Jokowi sangat anti Islam. Tapi karena junjungan mereka jendral pecatan, mereka memuji2 Soeharto. Padahal Soeharto tidak pernah membiarkan suara politik umat Islam berkembang.

Era reformasi, banyak bermunculan partai2 berbasis ideologi Islam. Era orba, tidak akan mungkin berdiri partai bernafaskan Islam. Semua partai harus berideologi Pancasila. Dan harus mendukung dan tunduk terhadap semua kebijakan Pemerintah.

Pada pemilu pertama era orde baru tahun 1971, partai2 Islam era orde lama seperti Partai Nahdlatul Ulama (PNU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Parmusi, masih ikut sebagai kontestan Pemilu.

Namun menjelang pemilu kedua tahun 1977, Pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No.3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar.

Partai2 Islam oleh rezim orde baru disederhanakan dan digabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Awalnya terbentuk, PPP masih membawa nafas Islam. Bahkan logo Partai pun bergambar Ka'bah.

Pada pemilu tahun 1977, PPP memperoleh 18,7 juta suara, sedangkan Golkar 39,7 juta suara. Pada pemilu ketiga tahun 1982, PPP mendapatkan suara sebesar 20,8 juta dan Golkar memperoleh 48,3 jt suara. Bila dilihat, suara PPP hampir mendekati 50% perolehan suara Golkar.

Ini adalah ancaman bagi Soeharto. Dia menyadari bahwa perolehan suara golkar didapat melalui sistim yg tidak demokratis. Sedang PPP memperoleh jumlah suara tersebut karena umat Islam, terutama kaum Nahdiyin, masih memiliki kedekatan emosional dengan partai2 bernafas Islam.

Untuk menggembosi perolehan suara PPP, pada tahun 1985, orde baru mensiasatinya dengan menetapkan bahwa seluruh partai politik, harus asas tunggal ideologi Pancasila.

Begitu juga dengan PPP. Selain perubahan asas dan ideologi, logo atau gambar PPP pun harus dirubah. Bila sebelumnya bergambar Ka'bah, untuk menghilangkan ciri keislaman dirubah menjadi gambar Bintang.

Hasilnya, pada pemilu tahun 1987, perolehan suara PPP melorot menjadi hanya 16,6 juta suara. Golkar melesat menjadi 66,6 juta suara.

Apapun akan dilakukan rezim orba untuk melanggengkan kekuasaannya. Masih mau mendengarkan hoax tentang Jendral Besar? 
Iqra.

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Wednesday, February 28, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: