Soal Tepuk "Islam Yes" dan "Kafir No"

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Waktu sekolah dulu anak-anak SMA baru dicekoki SARA, Radikalisme, kebencian, seperti ini oleh jaringan yang mengaku NII.

Sekarang anak TK-SD-SMP sudah dicuci otak kofar kafir. Dan yang memasarkan ideologi semacam itu sangat banyak. Berkali lipat dibanding masa saya sekolah dulu. Mau dibawa kemana bangsa ini.

Kalau suka kofar kafir begitu bukan anak soleh dek. Anak soleh itu menyayangi sesama, siapapun, darimanapun, apapun agamanya, warna kulitnya, bahasanya.

Kafir, munafik itu de, istilah teologis privat, bukan untuk menuding, menyerang apalagi menjadi demarkasi aku-kamu, kami-kalian, kita mereka. Selain tidak relevan dalam kehidupan berbangsa, juga tidak ada tendensinya dalam Islam.

Istilah kafir-munafik, untuk menjadi kaca belangga kedalam diri, agar kita terhindar dari sifat-sifat tercela yang diwakili dua kata itu; ekslusif, tidak menerima perbedaan, tertutup, ekstrim, refresif dan seterusnya.

Walaupun ktpmu muslim, tapi kalau diruang publik meneriakan kafir-kafir, sebenarnya kita sendiri yang berwatak kafir. Muslim tidak seperti itu.

Miris, anak-anak sejak dini sudah keliru mendapat citra dan visualisasi Islam.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Thursday, January 16, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: