Soal Nisa Sabyan, Bukan Hanya Urusan Siapa yang Salah

ilustrasi
Oleh : Yetti Agustien
Merasa sangat tersakiti di saat seperti ini.
Nissa hanyalah tip of iceberg, puncak gunung es dari suksesnya kaum kriminal berbaju agama merusak akhlak-intelektual generasi bangsa.
Jangan berharap Nissa-Ayus akan nangis-nangis minta maaf, laiknya perselingkuhan pesohor Jepang. Lha wong masih ada juga yang membela bahkan mempersoalkan service Istri sah yang kurang memuaskan.
Meski mereka tahu bahwa ustad-ustadnyapun terjepit kasus selangkangan.
Tetapi di sinilah mumetnya saat kebenaran bukan lagi sebuah kepastian.
Kaum sok ngeslam pasti akan bertanya," kebenaran menurut siapa? Pribadi, keluarga, masyarakat, tempat kerja atau Allah-Rosulnya ?"
Retorika luck nuts (laknat: kacang beruntung)!
Dari zaman nabi yang namanya kebenaran ya pasti milik masyarakat, kalaupun sampeyan tidak setuju, monggo hijrah ketempat yang sesuai dengan kebenaran menurut hati nurani sampeyan. Bukannya bikin gaduh ingin mengeslamkan yang tidak sepaham.
Rusaknya akhlak-otak tidak bisa dilepaskan dari gelombang radikalisme yang selalu membawa riak-riak free sex. Meskipun berdalih kawin siri,kawin mutah, kawin kontrak dsb. Dalam masyarakat modern apalagi yang muslimnya minoritas maka semua jenis kawin-mawin unofficial dikategorikan no commitent sex. Kumpul bagong.....
Ayus-Nissa dikabarkan telah kawin siri 2 tahun lalu, tanpa sepengetahuan keluarga. Anjay.....
Politisasi selangkangan memang cara paling efektif menjaring jamaah pengajian. Karena hasrat sexual, hasrat biologis paling dasar yang mendorong mamalia berhubungan dengan yang lain. Wong edan-idiot doyan ngesex lho ya.
Pada akhirnya, politisasi selangkangan akan membawa karma pada pelakunya. Otaknya jadi ngeres melulu, pengennya ngewe maning-ngewe maning.
Saya berharap pemerintah memperketat undang-undang perikahan. Kalau cerai karena selingkuh mbok ya hartanya disita buat keluarga kecilnya yang tersakiti.
Biarlah 40 tahun lagi, cerita tentang Kakek Ayus-Nenek Nissa, menjadi kisah sendiri. Entahlah apakah saat itu Nenek Nissa masih menjadi pelakor dan masihkah Kakek Ayus berburu daun muda?
Tetapi saat itu siapa ya yang mau jadi korbannya?
Sumber : Status Facebook Yetti Agustien
Sunday, February 21, 2021 - 10:15
Kategori Rubrik: