Soal Korupsi, Amien Rais Ibarat "Maling Teriak Maling"

Oleh : Mohamad Guntur Romli

Rekening Amien Rais menerima enam kali transfer hasil korupsi alat kesehatan dari terdakwa Siti Fadilah--Dakwaan Jaksa KPK.

Sambil menunggu waktu buka puasa, saya ingin membuka tulisan ini dengan kasus yang lagi ramai dibicarakan hari ini: rekening Amien Rais yang ditransfer dana dakwaan korupsi mantan Menkes Siti Fadilah. Tidak tanggung-tanggung sebanyak 6 kali ada transferan itu, masing-masing Rp. 100 juta. Jadi total: Rp 600 juta.

Infomasi bahwa rekening Amien Rais jadi semacam "penadah" dari dakwaan hasil korupsi Siti Fadilah berasal dari sumber yang akurat: Jaksa KPK, bukan informasi sumir dan kliping berita online seperti buku "Usut Korupsi Ahok" yang diberi kata pengatar oleh Amien Rais dan ia juga hadir dalam peluncuran buku itu.

Saat itu, Amien Rais sangat bersemangat membedah buku itu, meski Ahok sudah terjungkal dari jabatan gubernur dan sudah dimasukkan ke penjara, tapi mengapa Amien Rais masih semangat? Karena ujung buku itu segala fitnah korupsi Ahok akan diarahkan ke Jokowi.

Buku yang hanyalah kliping dari berita-berita online yang masih banyak bersifat sumir dan membutuhkan klarifikasi, namun bagi Amien Rais sudah dianggap buku yang kuat, alih-alih memberikan tinjauan kritis, Amien Rais malah menjadikan buku itu sebagai propaganda (sesuai misi utama buku itu) untuk menyerang lawan politik dengan isu fitnah korupsi, setelah sebelumnya berhasil menggunakan SARA terhadap Ahok.

Buku itu ibarat pepatah "melempar dua burung dengan satu batu". Buku itu memang menyasar dua target: Ahok dan Jokowi.

Ironisnya sekaligus alhamdulillah, bukan dua sasaran yang kena, malah batu itu berbalik ke Amien Rais sendiri. Amien yang teriak-teriak korupsi pada Ahok, justeru saat ini namanya disebutkan dalam dakwaan Jaksa KPK, menerima dana korupsi Siti Fadilah. Maka pepatah yang tepat untuk Amien Rais adalah "maling teriak maling".

Untuk kedepan kita tunggu sikap KPK yang harusnya mengusut tuntas kasus korupsi alat-alat kesehatan yang jelas-jelas tidak hanya jahat sebagai pidana korupsi, tapi juga jahat terhadap kemanusiaan.

Karena alat-alat kesehatan dikorupsi, berapa banyak pasien yang tidak tertolong, berapa banyak pasien yang tidak memperoleh layanan perawatan yang layak, ternyata dananya bocor ke rekening Amien Rais.

Bayangkan saja, pasien-pasien yang menderita dan bahkan tak tertolong karena alat-alat kesehatan yang tak layak dan bahkan tidak ada karena dikorupsi, kemudian muncul wajah Amien Rais yang tersenyum menerima transferan dana itu menurut dakwaan Jaksa KPK.

Masihkah kamu mengagumi wajah Amien Rais?

Semoga wajah Amien Rais tidak terlintas saat saya menyantap hidangan buka puasa sebentar lagi. Saya khawatir nafsu makan saya bisa hilang, meski sangat lapar dan dahaga.

Untuk mengembalikan selera makan, saya teringat humor Gus Dur soal Amien Rais.

Suatu hari Gus Dur berkata, "Amien Rais itu tidak akan pernah bisa jadi presiden di Indonesia, meskipun dia sangat ngebet."

"Loh kenapa Gus, kan siapapun bisa menjadi presiden di Indonesia?"

"Itu benar, tapi Amien Rais tetap gak akan bisa, karena syarat jadi presiden harus dapat nilai APlus (A+), dia kan cuma AMin (A-)"

Hahahahaha.**

Sumber:  qureta

Friday, June 2, 2017 - 11:45
Kategori Rubrik: