Soal Etika dan Kebencian

Ilustrasi

Oleh : Jumrana Sukisman

Hati ini di timelineku beredar foto seronok Hj. Elvi Sukaesih saat masih muda dan belum berhijab, dgn caption yg menghubungkan penampilan dan pilihan politik serta kasus yg menimpa anak2nya. Melihat hal itu saya mjd sangat prihatin, terlebih dilakukan oleh orang-orang yg saya kenal baik.

Saya tahu sumber ketidaksukaan itu. All outnya ES dlm acara DA di Indosiar saat dihadiri Pak Ahok dan keikutsertaannya dalam demo 212. Sy jg tdk sy juga menyayangkan kelakuan ES di DA dan tdk setuju dgn aksinya di 212 tapi apakah kita perlu bertindak sejauh itu dgn menyebarkan foto tidak senonoh pd saat orang sudah berhijrah?

Tidak ada orang yg suka masa lalunya diumbar di media sosial, terlebih bila masa lalu itu bertentangan dgm kehidupannya saat ini. foto mengumbar aurat itu sangat tidak etis disebar saat beliau sdh berhijab dan tua. Ada yg berkomentar bahwa itu konsekuensi dari publik figur.itu komentar yg kejam, publik figur jg manusia, punya malu. Sudahlah jatuh ia jatuh, dan ada yg ingin menimpakan tangga dikepalanya.

Ada pula yg berkomentar bahwa rekam hejak digital itu kejam, siapa suruh.. bla.. bla... rekam hejak digital itu bebas nolai, yg membuatnya mjd kejam.atau tidak adalah manusia yg menyebarkannya dgn niat tertentu. Menyebarkan foto yg masuk dlm kategori pornografi itu dgn tujuan untuk mempermalukan sungguh tidak etis.

Jika berperilaku spt itu, apa bedanya dengan haters.

Pendukung yg hebat adalah yg mendukung tokohnya dgn cara2 yg elegan, tdk memyerang wilayah pribadi dan mematikan karakter org lain. Sebenci,bencinya pd orang tg berbeda dukungan jangan sampai membuat kita tidak beretika dan tidak bermoral.

Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

Tuesday, February 20, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: