Soal Boikot Memboikot Produk Non Muslim

Ilustrasi

Oleh : Wahyudiati Setya Ningrum

Ada temen gw, aslinya itu orang lucu. Naif bin culun. Setiap ada boikot2an, dia ngikut. Gw masih mempertahankan pertemanan gw dan dia karna ya itu dia, dia lucu.

Tren boikotan yang terbaru, Traveloka. Woh, jelas dia ikutan juga ngeboikot.

Setiap dia boikot2an, gw selalu rese nanya2. Senapsaran aja gituh gwnya. Dan jawaban dia selalu bikin gumun 

"lo boikot traveloka juga?"

"iyalah."

"kenapa?"

"karna yang punya traveloka itu alumni sekolah Kanisius. Dan lo tau kan Kanisius itu apa?"

"jelas tau. Kanisius itu sekolah katolik untuk anak laki2"

"sekarang lo paham kan kenapa harus diboikot?"

"karna si pemilik traveloka alumni sekolah katolik?"

"yup. Ituh"

"gw bole nanya?"

"apaan?"

"gubernur dan wagub lo dulu alumni mana waktu sekolah di Amrik? Sekolah Islam apa Katolik?"

Hening..

"di Amrik gada kampus atau sekolah yayasan Muhammadyah atau NU, kan?"

Sunyi..

"kalo boikotnya cuma karna pemilik traveloka itu alumni sekolah katolik, harusnya lo berlaku adil juga terhadap gubernur dan wakil gubernur lu. Boikot mereka sekalian! Lah wong sama2 alumni sekolah bukan islam koq"

Krik krik krik

"kalo gw nanya, jawab. Jangan ekting pura2 mati gituh"

Trus temen gw ngomel2. Telpon ditutup.

Salahku opo, jal? Aku lho cuma takon, di Amrik apa ada sekolah yayasan Islam atau apa gituh

Sumber : Status Facebook Wahyudiati Setya Ningrum

Thursday, November 15, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: