Situng KPU, Keliru Atau Manipulasi Data?

ilustrasi

Oleh : Viryan

Tiga hari terakhir ini (18-20) berkembang video dan gambar skrinsut kekeliruan beberapa Teman Operator Situng didaerah dalam mengentry data dari form C1. Terkait hal tersebut, penjelasan singkat saya (harap baca habis sebelum dikomen...) sbb=

1. KPU RI langsung melakukan cek dan ricek setiap kasus tersebut ke KPU daerah karena hal tersebut juga tidak kami inginkan.
2. Teman operator yang melakukan kekeliruan mengakui dan meminta maaf.
3. KPU RI meminta segera kekeliruan tersebut diperbaiki dan Teman-teman KPU didaerah memperkuat verifikasi akhir hasil entry agar tidak terjadi kekeliruan kembali.
4. KPU RI membuka layanan pengaduan publik apabila masih menemukan kekeliruan entry data untuk segera diperbaiki.
5. Dari laporan publik yang masuk dan kami rekap, kekeliruan entry data terjadi kepada kedua paslon, tidak hanya kepada salah satu paslon. Sampai dini hari, jumlah TPS yang keliru entry data form C1 sebanyak 12 TPS.

Keliru atau Manipulasi Entry, apakah KPU Curang?
Situng didisain dengan mengutamakan prinsip terbuka dan transparan yang diharapkan menjaga integritas hasil pemilu dari upaya manipulasi dan mendeteksi kekeliruan dengan partisipasi publik.
Dengan prinsip tersebut, KPU RI membuat 2 bentuk Situng, yaitu:
1. Situng-Scan, untuk menampilkan data form C1 apa adanya yang diisi oleh KPPS. Jajaran KPU dibawah apabila menemuka ada form C1 yang berbeda isinya, dilarang melakukan perubahan kecuali melalui mekanisme rapat pleno terbuka hitung manual di Kecamatan, dihadapan para saksi dan panwaslu kecamatan.
Dengan Situng-Scan, hasil pemilu otentik di TPS bisa diketahui publik sehingga apabila ada oknum yang mau melakukan manipulasi hasil dapat diketahui.
2. Situng-Entry, untuk menampilkan infografis rekap angka dari form C1 sehingga publik bisa dengan mudah mengetahui detail angka secara umum dengan pie-chart.
Dengan Situng-Entry, hasil pemilu di TPS dapat dilihat secara mudah oleh publik.

Kedua bentuk Situng tersebut secara bersamaan dipublikasi kepada publik sebagai bentuk transparansi, keterbukaan dan akuntabilitas hasil pemilu. Potensi kekeliruan Entry data dapat terjadi namun hal tersebut dengan sendirinya bisa dikoreksi karena adanya scan data form C1 dan inilah yang muncul, partisipasi publik melakukan koreksi. 
Bila kekeliruan tersebut dianggap kemudian KPU melakukan kecurangan tidak tepat, justru KPU terus bekerja menjaga hasil pemilu dengan membuat disain Situng dengan dua bentuk, yaitu Scan C1 dan Entry data C1. 
Bila ada oknum operator situng yang ingin melakukan manipulasi, tentunya tidak hanya pada situng entry, namun juga melakukan perubahan pada form C1. 
12 kasus keliru entry sepenuhnya terjadi pada situng entry saja. Maknanya operator situng menscan form C1 apa adanya dan tidak melakukan perubahan dokumen form C1.
Lebih jauh lagi, upaya perubahan dokumen form C1 kalaupun terjadi dapat terdeteksi karena form C1 sejak di TPS sudah disebarluaskan. Form C1 dibagikan kepada seluruh saksi dan pengawas TPS yang hadir di TPS serta sudah juga diserahkan ke petugas PPS dikelurahan/desa dan PPK di kecamatan.

Upaya Perbaikan
Proses situng sebenarnya komplek karena Teman Operator dan Petugas Verifikator tidak hanya mengentry hasil pemilu Pilpres, melainkan pemilu legislatif juga. Hal ini berbeda dengan pemilu 2014 dan pilkada serentak. Teman Pemilih tentu sudah mengalami sendiri kerumitan proses memilih pemilu legislatif dengan surat suara yang besar dan banyak calon. Jajaran Operator Situng kami harus mengentry data-data tersebut juga.
Bisa dilihat pada web publikasi pemilu2019.kpu.go.id pada kolom paling atas, silahkan klik akan muncul lima kelompok pemilihan (pilpres, dpr ri, dprd provinsi, dprd kabupaten/kota, perseorangan dpd).

Guna mengefektifkan dan efisiensi proses Situng secara baik, mulai hari ini KPU RI meminta agar KPU didaerah fokus menyelesaikan Situng Pilpres sehingga potensi keliru entry dapat terminimalisir sekaligus juga dapat lebih cepat. Segenap jajaran KPU berikhtiar menyelesaikan sajian informasi yabg menjadi perhatian utama publik (pilpres) secara baik dan cepat.

Meski demikian, perlu juga diketahui hasil situng bersifat sementara dan bukan hasil resmi yang akan ditetapkan oleh KPU RI. Penetapan hasil pemilu dilakukan berdasarkan hitung manual yang sekarang sedang berjalan dilakukan secara terbuka di kecamatan (dihadiri saksi peserta pemilu dan panwaslu kecamatan).

Terima kasih atas partisipasi publik, ayo terus bersama-sama menjaga hasil pemilu 2019 yang sekarang sedang berlangsung di tingkat kecamatan. KPU RI terus bekerja dengan prinsip terbuka dan transparan serta memperbaiki berbagai hal teknis guna menjaga integritas hasil pemilu. KPU terus menjaga publik memberi masukan dan koreksi apabila proses hitung online dan manual masih terjadi kekeliruan. 

Sumber : Status Facebook Viryan.

Sunday, April 21, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: