Sistem Politik-Pemerintahan Islam itu Tidak Ada

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Banyak umat Islam di Indonesia itu yang hobinya "ngimpi" dan "mengkhayal tingkat dewa" seolah-olah sistem politik-pemerintahan Islam itu ada. Seolah-seolah sebuah negara kalau berdasarkan sistem politik-pemerintahan Islam itu, maka bangsa dan warga akan adil-makmur dan bahagia dunia-akhirat.

Tentu saja, khayalan dan impian itu tidak akan terwujud karena memang sistem politik-pemerintahan Islam itu tidak ada. Hal itu karena memang Islam tidak mengatur sistem tata-negara.

Islam hanya menegaskan tentang pentingnya norma, nilai, atau etika kepemimpinan atau tanggung jawab moral pemimpin kepada rakyatnya. Itu saja. Tak peduli mau memakai sistem politik-pemerintahan atau ketatanegaraan apa. Yang penting pemimpinnya baik, bijak, adil, dlsb. Itu doang.

Jika Islam memang mengatur sistem politik-pemerintahan yang jelas dan baku, tentu saja para sahabat Nabi Muhammad dan umat Islam terdahulu sudah mempraktikkannya. Tapi kenyataannya tidak.

Sekarang, bagi yang ngotot ada sistem politik-pemerintahan Islam, coba tunjukkan negara mana di dunia ini yang mayoritas berpenduduk Muslim yang menganut "sistem Islam" dalam politik-pemerintahan dan ketatanegaraan?

Tidak ada. Yang ada adalah negara dengan sistem monarkhi atau semi-monarkhi, republik, demokrasi, dan seterusnya. Semua negara-negara mayoritas berpenduduk Muslim dewasa ini adalah produk dari kolonialisme.

Negara-negara seperti Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Brunei, Yordania, Maroko, dlsb, itu mengikuti sistem monarkhi baik dalam bentuk kerajaan, kesultanan, keamiran, dlsb. Ada yang monarkhi absolut, monarkhi konstitusional, monarkhi federal (seperti UEA), dlsb. Apakah sistem monarkhi itu "sistem Islam"? Ya jelas tidak.

Negara-negara lain ada yang menggunakan embel-embel "Republik Islam" seperti Iran atau Pakistan (belakangan Afghanistan menyusul). Yang lain lagi memakai nama Republik seperti Indonesia, Yaman, Irak, Lebanon, Mesir, Suriah, Sudan, Tunisia, dlsb. Malaysia menganut sistem monarkhi konstitusional federal. Aljazair memakai nama Repuplik Demokrasi Rakyat. Libia dulu di zaman Muammar Gaddafi memakai sistem sosialisme, tapi sejak perang sipil 2011, tidak jelas negara ini menganut sistem apa.

Apakah sistem-sistem politik-pemerintahan itu "sistem Islam"? Jelas tidak. Apakah sistem Khilafah yang dikampanyekan oleh Hizbut Tahrir itu sistem Islam? Jelas tidak. Sama sekali tidak. Apakah sistem-sistem politik-pemerintahan itu "Islami" (sesuai dengan norma, nilai, dan etika Islam)? Tergantung bagaimana praktik rezim pemerintahan itu: baik atau buruk, adil atau tidak, bijak atau tidak.

Jadi, kalian yang ngotot mewacanakan mau mengganti Negara Indonesia dengan sistem politik-pemerintahan Islam, sebaiknya segera minum equil atau air zam zam supaya lekas sadar dan tidak mengkhayal lagi. Hidup kok penuh dengan khayalan fatamorgana he he

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia **

Sumber : facebook Sumanto Al Qurtuby

Thursday, June 1, 2017 - 07:45
Kategori Rubrik: