Sistem peradilan Negara

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Di sebuah desa di China, seorang kepala Desa menjadi pesakitan hanya karena pidato di hadapan warganya dianggap melecehkan Partai Komunis. Padahal dia hanya berusaha mencerahkan rakyatnya agar punya kemampuan kemandirian tanpa harus bergantung kepada pemerintah. " Jangan mau dibohongi pakai manifesto komunis. Hidup mati kalian , kalian sendiri yang menentukan. Bukan partai , bukan orang partai, bukan china. Kalian adalah tuan atas diri kalian sendiri. Mari bangkitkan semangat kebersamaan menyelesaikan masalah keseharian kita. Lupakan jargon pemerintah yang terlalu banyak memberi harapan tapi nyatanya tidak memberi apa apa. Maafkan Pemerintah dan kuatkan hati melewati hari hari yang tidak ramah dengan kerja keras, untuk kini dan besok."

Kata katanya memang sekedar penyemengat kepada rakyatnya. Karena dia tidak punya apa apa lagi. Anggaran pembangunan desa yang di janjikan tidak pernah lagi diberikan. Anggaran hanya diberikan untuk membayar pegawai dan biaya kantor desa. Jalan jalan banyak yang rusak, Kesejahteraan sosial buruk. Sementara petani terus dipajaki oleh negara. Satu satunya yang dia bisa lakukan memotivasi rakyat untuk percaya bahwa besok masih ada harapan. Asalkan mereka sadar untuk berjuang secara mandiri. Namun karena kata katanya itu dia menjadi pesakitan. Propaganda massive begitu hebat menyebut dia sebagai penista Partai. Hanya karena dia mengatakan bahwa " jangan mau dibohongi pakai manifesto komunis". Dia tidak mengatakan manifesto berbohong tapi mengingatkan rakyat jangan percaya orang berkata manis atas nama manifesto komunis, padahal mereka sesungguhnya penipu.

Kekuatan partai dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten menunjukan superiornya dengan mendatangkan demo akbar di desa itu. Mereka minta kepada pengadilan agar dia jadi terpidana. Atas nama partai mereka menuntut keadilan tapi pada waktu bersamaan Hukum harus berpihak kepada mereka, bukan kepada UU. Demi keamanan, polisi tidak punya pilihan kecuali menjadikannya tersangka menista Partai. Partai pun mengambil sikap bahwa mereka berhak menentukan hakim. Hakim tingkat distrik yang ditunjuk dikenal sebagai hakim korup. Tentu partai bisa berharap akan mengeluarkan keputusan yang menguntungkan mereka. Kepala desa tak bisa berbuat banyak karena sistem di china memang semua resource di kuasai Partai Komunis. Tak ada kekuatan lain selain partai.

Namun Kepala Desa itu tidak gentar. sebagaimana dikatakan kepada sahabatnya " Saya percaya Tuhan, disaat tidak ada lagi yang berpihak maka Tuhan akan berdiri disamping kita untuk memastikan keadilan tegak. Apapun bentuknya maka keadilan Tuhan itu pasti yang terbaik bagi kita. Walau karena itu saya harus membusuk di penjara. Mungkin saya harus jadi martil untuk jalan keputusan Tuhan yang lebih besar terhadap perubahan partai China, perubahan China" Selama proses pengadilan itu orang terkejut karena Hakim bisa memastikan acara persidangan berlangsung adil sesuai UU. Sehingga kebenaran demi kebenaran terbuka. Kebohongan dan fitnah dari partai juga tersibak. Sampai akhirnya Hakim berani menetapkan vonis bahwa kepala desa itu bebas dari segala dakwaan. Dan mengembalikan semua kehormatannya.

Ketika ditanya kepada hakim itu, mengapa dia begitu berani mengambil keputusan vonis yang bertolak belakang dengan keinginan orang banyak. " Mungkin saya bukan orang bersih. Sebagai hakim saya begitu banyak melakukan kesalahan. Dan orang orang yang berharap keadilan juga adalah orang orang sama jahatnya dengan saya. Namun dihadapan kepala desa yang jujur, suami yang setia, ayah yang baik, saya tidak bisa berbuat banyak kecuali menggunakan secuil nurani saya yang tersisa untuk membelanya. Kalau saya tidak bisa menggunakan secuil nurani itu maka saya bukan lagi manusia tapi monster dan karena itu bukan hanya partai yang runtuh tap China juga akan hancur. " Itu jawaban sang Hakim.

" Apapun kesalahan dan kebenaran bukan versi orang banyak tapi versi hukum. KIta harus menghomati sistem yang kita bangun. Pengadilan harus tetap tegak walau partai atau apapun itu harus hancur karena itu. Hanya karena itu China bisa jadi negara besar" Demikian kata Xijinping berdiri tegak disamping hakim itu, yang ketika itu sekretaris Komite Partai Pujian di tahun 1990an ( sekarang jadi Presden China..) dan meminta kepada Badan anti korupsi untuk mengusut motive fitnah dari oknum partai terhadap kepala desa itu. Negara kuat karena hukum tegak. China menjadi negara besa karena segelintir orang baik seperti Xijinping dan ditangan orang baik semua akan baik baik saja..**

Sumber : facebook Erizeli Jely Bandaro

Saturday, May 6, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: