Sinetron Murahan Antara Tempo dan Anies Baswedan

ilustrasi

Oleh : Yusuf Muhammad

Sepandai apapun kamu disembunyikan bangkai, tapi percayalah suatu saat bau busuknya akan tercium juga.

Baru kemaren Tempo mengeluarkan cover majalah Anies Baswedan yang dibuat 'kelelep' lem Aibon. Cover sengaja dibuat kontroversial seperti cover 'Jokowi berhidung Pinokio' yang sebelumnya viral lantaran banyak mendapat kecaman.

Tapi cover AB yang dibuat Tempo ini saya melihatnya lebih mirip dengan sebuah adegan sinteron.

"Oke nanti kami buat cover pak Gubernur yg kontroversial, dan nanti tolong pak Gubernur up di media sosial dengan balasan yang manis dan santun."

Mungkin begitulah jika dibuatkan naskahnya.

Tujuannya apa? Tujuannya untuk framing bahwa jawaban AB sangat tepat sebagai seorang pemimpin yang bisa menerima perbedaan atau kritikan tajam dari media Tempo. Beda dengan Jokowi, ketika dijadikan cover Pinokio langsung banyak yang mengecam.

Dan terbukti...

Publik hari ini diperlihatkan tweet AB yang memposting cover majalah Tempo sekaligus memberi jawaban dengan pilihan kata-kata yang manis dan santun. Harapannya agar AB mendapatkan pujian, seakan dia sangat bijak menjawab kritikan dan Tempo juga bisa mendapat iklan gratis dari pemprov DKI. Inilah yang namanya kerjasama saling menguntungkan.

Tapi sayang adegan sinetron ini terlalu mudah untuk dibaca publik. Publik tidak bodoh.

Ketika saya baca isi wawancara AB dengan Tempo dimajalah tersebut, justru AB banyak mengaburkan masalah ketimbang menjawabnya. Tempo justru seakan memberikan kesempatan AB untuk meracau tanpa upaya konfrontasi yang berisi.

Disinlah terlihat betapa murahan adegan sinetron mereka. Dilain sisi, ada hal yang berbeda dilakukan Tempo terhadap Jokowi.

Tapi mengapa bisa demikian? Ya ini semua sarat akan kepentingan, ada value disana Bung.

Kalau soal Tempo gencar menyerang Jokowi itu karena Jokowi dianggap telah berani mengusik isi 'daleman' KPK. Publik jadi mulai tahu ada benang merah antara Tempo dan KPK, atau bisa dikatakan ada semacam "simbiosis mutualisme" antara mereka.

Tapi sudahlah, publik sudah banyak yang tahu soal itu. Publik juga sudah tahu bagaimana peranan Tempo yang akhir-akhir ini sering blunder sebar berita hoaks dan membabibuta menyerang Jokowi.

Coba perhatikan adegan sinetron murahan antara Tempo dan AB. Adegan mereka kini mulai dimainkan oleh media abal-abal seperti "Portal Islam," dan lagi-lagi media kadrun itu selalu bawa-bawa nama Islam.

Sudahlah, aku cuma mau sampaikan: Bau busuk kalian ketahuan.. Tobat!

Sumber : Status Facebook Yusuf Muhammad

Monday, November 11, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: