Silent Super Spreader

ilustrasi
Oleh : Mila Anasanti
 
Anak-anak adalah 'silent super spreader' yang berpeluang lebih besar menularkan covid-19 daripada orang dewasa?
___
Jurnal terbaru pediatrik menyoroti isu pembukaan sekolah. Kita jadi diingatkan klaim dr. ABS yang mengajukan petisi untuk membuka sekolah kembali dengan alasan anak-anak hanyalah 'vektor' yang tidak bisa menularkan covid.
Ternyata klaim ini justru berkebalikan dengan penelitian terbaru. Dalam penelitian terhadap 192 anak berusia 0-22 tahun, 49 dinyatakan positif virus corona, dan 18 lainnya menderita penyakit terkait Covid-19 dengan gejala yang terlambat. Hanya setengah dari mereka yang positif memiliki gejala klasik Covid-19, sisanya asimtomatis (tidak bergejala).
Namun yang menarik, peneliti menemukan tingginya tingkat virus (viral load) pada anak-anak dari segala usia, terutama dalam dua hari pertama infeksi yang kemudian menurun seiring waktu dengan rerata 6.2 dari skala 1-10 (lihat grafik), sedangkan pasien covid dewasa memiliki viral load rerata 5.
Padahal selama ini kita berpikir tingkat penularan tertinggi ada di ICU yang merawat pasien covid dewasa yang sakit parah, tetapi ternyata viral load mereka secara signifikan lebih rendah daripada 'anak sehat' (asimtomatis) yang berjalan ke sana kemari padahal membawa virus Sars-CoV-2 lebih tinggi.
Saat sekolah berencana untuk dibuka kembali, memahami potensi peran anak-anak dalam penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang mendorong keparahan penyakit pada anak sangat penting. Jika para dokter banyak gugur karena potensi besar terpapar virus dari viral load tinggi pasien covid di RS, maka membuka sekolah berpeluang menjadikan banyak anak sebagai silent super spreader yang bisa berbahaya bagi orang dewasa sekelilingnya, terutama mereka di kelompok rentan.
Sebagian dari mereka tidak hanya 'sekedar' super spreader, tapi juga bisa sakit parah. Penelitian pediatrik menyoroti Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) akibat infeksi covid-19 pada anak yang gejalanya mirip seperti Kawasaki diseases (KD) dan bisa berakibat kegagalan organ permanen . Meski prosentase keparahan covid pada anak lebih rendah daripada orang dewasa.
Sekolah daring memang memberatkan bagi sebagian orang tua, tapi nampaknya kita kudu bersabar. Sekolah lebih baik tidak dibuka sampai pandemi ini berhasil diatasi.
Kesimpulan: prosentase infeksi covid pada anak menjadi parah lebih rendah daripada orang dewasa, tapi anak yang terinfeksi covid (meski sebagian tak bergejala / gejala ringan) memiliki viral load lebih tinggi dibanding pasien covid dewasa yang parah di ICU.
 
Sumber : Status facebook Mila Anasanti
Saturday, September 19, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: