Sikap Tokoh NU Saat Kalah Pilpres

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Tentang mbak Yenny Wahid yang baru saja menolak maju dalam pilgub Jatim..

(Catt: suami mbak Yenny adalah kader Gerindra n eks aleg DPR 2009-2014)

Jadi ingin share sedikit kepanikan di tim dan relawan Jokowi, di belakang layar di pilpres 2014 lalu. Saya anak bawang yang bengong melihat di depan mata para tokoh itu cemas dan khawatir melihat Jawa Timur

Setelah 2 bulan kampanye keliling, trutama di Jateng-Jatim, Jokowi tidak berhasil menyatukan keluarga NU. Apalagi bahkan ketua tim kampanye Prabowo (saat itu) adalah tokoh NU yang dihormati (Pak Mahfud MD).

Keluarga Hasyim Asy'ari juga terpecah dukungannya. Ibu Shinta Wahid (istri Gus Dur) dan putri pertamanya, mbak Alysa Wahid mendukung Jokowi, penandanya jelas saat peci Gus Dur diberikan kepada Jokowi. Di samping ada isu Prabowo sempat menghina fisik Gus Dur.

Generasi yang lebih muda keluarga Hasyim Asy'ari, Gus Ipul dan mbak Yenny Wahid condong ke Prabowo. Keduanya punya pengikut kuat. Paman mbak Yenny, Gus Solah netral. Tantenya, Bu Lily Wahid ke Jokowi

Apalagi ketua umum PB NU, kyai Said Aqil mendukung Prabowo. Tapi pak Jokowi "mendapatkan" dukungan Kyai Hasyim Muzadi (eks ketum PBNU).

Juga dukungan 2 onderbouw NU yang paling besar: GP Ansor (mas Nusron dan Gus Yaqut) dan Muslimat NU (Ibu Khofifah). Dan tentu saja satu lagi keluarga Hasyim Asy'ari dari jaringan Cak Imin (PKB)

Kyai sepuh Langitan juga terpecah. Mbah Abdullah Fakih, mbah Maimun Zoebair dan Habib Luthfi ke Prabowo. Gus Mus netral. Keluarga Krapyak, Jogja juga netral. Menteri agama (Kyai Lukman Hakim dan keluarga) juga netral

Tapi perpecahan suara tokoh dan darah biru NU telah membuat pertarungan sangat ketat di Jatim. Jokowi "hanya" menang di angka 54%. Bandingkan dengan angka dukungan di Jateng yang 64% untuk Jokowi.

Salah satunya adalah akibat masifnya kampanye hitam termasuk lewat selebaran gelap Obor Rakyat di pesantren2. Yang mencela habis2an Jokowi.

Mbah kyai Hasyim Muzadi dan Cak Imin bekerja sangat keras mengcounter isu dalam Obor Rakyat. Tapi di Sumbar, Buya Syafii yang turun gelanggang, gagal

Tapi lihatlah kultur NU..
Setelah pilpres ya kembali biasa lagi. Support presiden terpilih. Mbak Yenny Wahid menjadi pendukung utama program2 Jokowi mewujudkan Nawacita, termasuk memelihara keberagaman bangsa.

Bahkan Pak Mahfud dan kyai Said Aqil jd penentang utama keributan dan demo2 tanggal cantik itu. Yang membuat mereka berdua balik dicerca kubu yg sama saat pilores 2014 

Alasan beliau berdua sederhana. Kapan membangunnya kalo ribut terus?

**

Demikian sedikit corat-coret dari saya, remaja 30an tahun

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Thursday, January 4, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: