Sikap NKRI Terhadap Agama

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Indonesia negara berfalsafah Pancasila memiliki sikap khusus kepada agama-agama yang tak dimiliki oleh bangsa lain.

Pada umumnya negara Barat yang bersendi demokrasi menaruh agama di ranah privat. Agama adalah urusan masing-masing warga negara secara total. Tak ada bahkan di kolom KTP sekalipun. Dan negara berdiri juga sekuler secara total.

Negara kerajaan di Arab yang tersisa bekas Kerajaan Turki Otoman di Timur Tengah, berdasarkan Islam aliran Wahabi sebagai agama negara. Agama atau mazhab lain ada bukan sebagai agama negara.

Di negara republik seperti Pakistan,
Afganistan, Bangladesh, Suriah, Yaman dan Irak, Sudan, Nigeria, Republik Chennya, dll Islam menjadi panorama.

Di Indoneaia negara dapat terlibat di sisi pragmatis agama, contoh ngatur jemaah haji. Ngatur zakat. Memberi bantuan pembangunan rumah ibadah. Namun Negara tak terlibat di ranah terlembut yakni keyakinan. Urusan keyakinan itu urusan masing-masing warga negara.

Dua pengalaman terjadi di Indonesia. Satu pengalaman diserang atheis yang dibawa komunisme. Ingin mengganti kesepakatan agung falsafah Pancasila. Pengalaman kedua serangan dari dalam khilafahisme yang menyusup berkesing Islami. Sama mau mengganti kesepakatan agung bangsa ini.

Orang bisa saja mahir ilmu filsafat, mulai dari yang paling universal seperti filsafat eksistensi, filsafat antropologi, filsafat psikologis, filsafat politik, filsafat etika maupun filsafat sejarah. Namun masih dalam nalar/nadhori dan pan-pan ilmu epistemologi.
Pancasila meliputi filsafat metafisika, antropologi, filsafat kebangsaan, filsafat politik dan filsafat praktek keadilan sosial, kesejahteraan. Dia tidak terpisah, melainkan satu kesatuan falsafah yang dinamakan falsafah Pancasila.

Bung Cebong :
Kita ini bangsa dan negara unik. Dimana falsafah Pancasila sebagai kesepakatan agung bangsa mengandung riwayat tabiat bangsa Nusantara yang ditemukan Bung Karno dalam kata Gotong Royong. Lalu dikemas dalam manifesto falsafah dinamakan Pancasila. Disepakati seluruh elemen pendiri bangsa. Dilakukan mistisisme lewat riyadhah istiharah Kiai Hasyim Asyari. Dan ditetapkan sebagai dasar negara. Unik juga ya Dul.

Dul Kampret :
Seperti penjelasan Kang Mat kemarin mengenai delapan sisi manusia Indonesia yang terkandung dalam Pancasila. Saya baru memahami dan menyadari. Kita harus terhubung dengan sesama yang ada dan tidak terpisah sendirian. Tuhan ada mutlak, kita hanya akibat berasal dariNya dan bergantung (Ashomad) kepadaNya.

Kita sesama manusia harus membuat peradaban dan menolak kebiadaban, syaratnya keadilan harus menang atas kezaliman. Kebiadaban zalim Barat adalah musuh ideologis kita.
Satu dalam kebangsaan artinya melebur seluruh perbedaan suku, agama, partai, mazhab, geng preman, ego almamater, ego angkatan, kedaerahan, group pengajian dan lain-lain.

Kesadaran politik harus dibangun melalui
pendidikan politik yang mendasar. Bahwa kita adalah Raja Rakyat pemilik daulat NKRI. Pemilik suara setiap hendak mengangkat pemimpin ulil amri. Kita adalalah pemimpin di bidang masing-masing. Dan kita harus belajar jadi rakyat yang taat kepada kesepakatan dan aturan.
Kesadaran terakhir adalah kesadaran akan praktek keadilan sosial. Surga dimana tangan manusia tak punya siku untuk menekuk. Untuk makan ia perlu baku suap makanan baru akan bisa makan semua. Ini gambaran sila kelima Long.

Santri Kalong :
Kau luar biasa Dul. Sudah bisa menyerap penjelasan Kang Mat. Bagi rakyat awam dalil paling jelas adalah argumentasi pragmatis. Namun pengajaran juga penting, itulah spirit para nabi tabligh. Menyampaikan keutuhan pesan ilahiah. Kalau Pancasila kandungannya tak sesuai dengan ketentuan langit pasti shalat Istiharah Kiai Hasyim Asyari akan melarang. Dan hasil ini jadi kebenaran mutlak bagi kaum nahdliyin, makanya tak ada ceritanya dari dulu santri rakit bom. Kecuali pesantren belakangan binaan Saudi Wahabi menginfiltrasi dunia pesantren. Bukankah demikian Wan Bodrex.

Wan Bodrex :
Kita hebat di jalan masing-masing. Itu pedoman para preman. Anda sopan kami segan. Sesama preman dilarang saling mendahului bis kota. Harus tahu betul kode etik preman. Jangan ambil apapun sebelum diizinkan preman. Jangan sampai dipermudah kalau masih bisa dipersulit. Tapi kan manusia itu hakikatnya preman karena ada akal, tapi preman bertanggung jawab. Tanggung jawab kita bukan mendirikan negara ini, tapi merawatnya. NKRI ini kayak keramik kalau tidak dirawat baik bisa pecah. Jangan sampai negara ini jadi alat untuk menzalimi manusia. PKI kualat sama Jimat Pancasila Sakti. Radikalisme juga nanti akan begitu. Tali pusar bangsa ini Pancasila sudah terkait ke langit lewat istiharah Kiai. Jangan berani-berani. Dilan pun tak akan kuat melawan kentut Banser. Kira-kira begitu Pace.

Pace Yaklep :
Kami di Papua ini paling suka Gus Dur. Beliau mampu menyentuh hati kami. Gus Dur tukang mob, kami juga suka cerita mob. Ketika matahari milenium ketiga datang, Gus Dur ingin menyaksikannya di Papua. Padahal semua orang tahu Gus Dur buta. Berarti ia ingin mengajak semua bangsa Indonesia : lihatlah Papua dengan mata hati. Jangan lihat dengan mata-mata. Jangan jual terus saudara sebangsamu ini. Bangsa Lemuria hidup dengan hati.

Angkringan filsafat pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Wednesday, December 4, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: