Sidang Ahok

Oleh: Erizeli Bandaro
 

Tadi siang saya ketemu dengan teman yang juga lawyer. Setelah selesai membahas bisnis saya bertanya seputar kasus Ahok. Menurutnya ,kalau sampai Ahok bebas maka kesalahan terbesar ada pada saksi fakta yang bertindak sebagai pelapor. Mengapa ? Pasal 184 KUHAP Alat bukti yang sah antara lain: keterangan saksi dan keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan Ahok. Keterangan saksi adalah mengenai apa yang saksi lihat dan dengar sendiri.

Dalam kasus ahok sebagian besar saksi fakta sebagai pelapor yang dihadirkan JPU adalah : Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muh. Burhanuddin, SH, Muchsin, Syamsu Hilal, S.Sos dan Drs. Nandi Naksabandi, MA. Mereka semua tidak mendengar atau melihat secara langsung. Jadi sebagai saksi fakta, kesaksian mereka tidak mempunyai nilai atau kekuatan bukti.

 

 

Kesalahan lain adalah dalam keberadaan saksi Ahli. JPU menerima begitu saja usulan menjadikan dan menghadirkan Rizieq Syihab di pengadilan. Padahal Rizieq juga bertindak sebagai pimpinan FPI yang berada dalam posisi pelapor. Seharusnya sebagai pelapor, dia tidak boleh menjadi saksi ahli charge (memberatkan). Karena saksi ahli itu harus netral dan obyektif.

Keadaan ini digunakan dengan baik oleh penasehat Ahok dengan menghadirkan saksi meringankan ( de charge). Semua saksi yang meringankan memang berhasil menyampaikan kesaksian dengan tepat, apalagi mereka orang yang kredibel dan kompeten dari segi kelimuan dan punya raputasi bersih. Ini memang fatal sekali, yang sehingga dakwaan Jaksa 156a gugur. Semua ahli hukum mengetahui itu.

Jadi kesalahan terbesar kalau sampai Ahok bebas ya FPI. Karena mereka sebagai pelapor tapi tidak bisa membuktikan secara hukum di hadapan pengadilan. Kalaupun Ahok bebas, hukum tidak seratus persen memberikan rasa keadian pada dirinya. Tapi apapun itu, yang terjadi, terjadilah. Itulah system dan kita berada didalam sistem itu. Suka atau tidak suka,kita harus menerima.

Tidak ada keadilan didunia. Rasa keadilan itu kembali pada diri kita sendiri, yang harus mengakui dunia ini yang dari awalnya memang tidak sempurna.. Agar kita semua sadar bahwa pemilik kesempurnaan itu adalah Tuhan. Berdamailah dengan kenyataan dan percayalah bahwa Hukum Tuhan adalah maha adil, didunia atau di akhirat pasti berbalas..

 

(Sumber: Facebook Erizeli Bandaro)

Tuesday, May 9, 2017 - 00:15
Kategori Rubrik: