Siapa yang Sesungguhnya Melegalkan Miras?

ilustrasi

Oleh : Nung Warman

Alkisah, suatu ketika pihak keamanan menangkap segerombolan anak muda yang lagi pesta miras dan mereka dibawa ke pengadilan sesuai hukum yg berlaku di masa itu.
Saat mulai persidangan, Hakim bertanya : "kenapa kalian mabuk - mabukan".
Anak Muda_ : _"jangan salahkan kami pak hakim, karena miras ini kami beli di warung si fuluan_. _Kalau warung itu tidak menjual miras, maka kami tidak akan mabuk-mabukan".
Hakim memanggil yg punya warung_: _"kenapa bapak menjual Miras ? yang menyebabkan anak muda itu mabuk-mabukan".
Yang punya warung : "saya hanya menjualkan pak Hakim, jangan salahkan saya pak, tapi salahkan agen yang mengantar miras ke toko saya ini.
Hakim memanggil agen : "kenapa bapak distribusikan miras ke toko dan warung-warung di kampung ini ?".
Agen : jangan salahkan saya pak, saya hanya pesuruh dari pabrik, kalau pabrik miras tidak ada maka saya tidak akan menjadi agen miras.
Hakim memanggil yang punya pabrik : "kenapa bapak memproduksi miras, gara-gara ada pabrik miras, ada agen miras, ada warung miras, dan banyak orang yang mabuk ?".
Yang punya pabrik : "bapak Hakim jangan salahkan saya, karena saya berusaha dan memproduksi miras sesuai aturan dan undang-undang, bapak salahkan pemerintah yang membuat aturan dan undang - undang".
Hakim memanggil pemerintah : "kenapa bapak membuat aturan yang melegalkan miras ? Sebab aturan itu maka lahir pabrik miras, lahir agen miras, toko miras dan banyak orang yang mabuk".
Pemerintah, jangan salahkan saya pak Hakim, kami hanya menandatangani saja pak, salahkan Dewan (wakil rakyat) karena mereka yang membuat undang-undang itu.
Hakim memanggil dewan : "kenapa anda-anda membuat aturan dan undang-undang yang melegalkan miras ? Sebab undang-undang itu lahir pabrik miras, lahir agen miras, lahir toko dan warung miras, dan banyak rakyat yang mabuk".
Wakil Rakyat : "jangan salahkan kami pak Hakim, tapi salahkan rakyat, kenapa mereka memilih kami"_.
*Sudah paham, salah siapa* ?
Sumber : Status Facebook Nung Warman
Thursday, March 4, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: