Siapa Yang Mencintainya, Tersenyumlah

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Dia lelaki yang muncul dan menyeruak dari sebuah bantaran kali. Lalu menjadi suar. Lalu dia menjadi titik pusat perdebatan. Sebanyak luka yang digoreskan ke jiwanya, sebanyak itu pula cinta membasuhnya.

Belum ada pemimpin republik yang dihina dan dihinakan seperti dirinya. Orang sudah tak peduli sebuah logika iman : ketika engkau menghinanya, engkau sudah menghina penciptanya.

Orang lain tak akan sanggup menerima luka yang ditorehkan seperti pada dirinya. Anehnya dia tetap melangkah. Herannya dia tetap memeluk rakyatnya, termasuk mereka yang menyakitimya.

Dia lelaki yang muncul dan menyeruak begitu saja dari sebuah bantaran kali. Tak satupun manusia layak dihinakan seperti dirinya. Di balik senyum dan tawanya yang terkekeh, pasti ada luka yang menyayat - sebab dia tak lebih dari manusia biasa.

Siapa yang mencintainya, tersenyumlah untuknya - sebab senyummu akan membalut lukanya.

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Tuesday, January 22, 2019 - 12:00
Kategori Rubrik: