Siapa Saja Ustadz yang Ikut Umroh Politik Bareng AHY?

Rombongan peserta Umroh bareng AHY

Oleh : Alif Kholifah

Ahad 12 Februari 2017 sore beredar foto kepergian umroh Agus Harimurti Yudhoyono bersama beberapa tokoh atau ustadz. Foto itu beredar tidak hanya di medsos namun juga di instagram sang istri Annisa Pohan. Pun di beberapa media massa juga diberitakan paska kampanye terakhir, Agus memang langsung berangkat umroh.

Yang tidak biasa, sebelum berangkat Agus beserta puluhan ustadz berfoto bersama Presiden ke 6 RI, Soesilo Bambang Yudhoyono. Di medsos para ustadz juga ada yang mengunggahnya.

Jika umroh biasa tentu tak masalah tetapi dari foto yang beredar, mereka menunjuk jari no urut Agus-Silvy. ada yang memakai jaket dengan bet Agus Silvy, duduk di business class pesawat,  berfoto di depan ka’bah. Begitu tersebar, ada beberapa diantaranya yang menghapus status, foto maupun unggahan di media social. Mereka ulama yang seharusnya independen ataupun jika mendukung seseorang semestinya sewajarnya saja.

Setidaknya ada 3 ustadz yang saya tahu (tapi tidak mengenalnya). Ustadz Ahmad Al Habsy sepertinya satu-satunya ustadz yang sering muncul di televisi. Ketika saya cek status facebook atau twitter, dia sama sekali tidak menunjukkan kegiatan umrohnya. Yang kedua ustadz Muhammad Syahab yang fotonya di seputar ka’bah diunggah di facebook 12 Februari malam namun 13 Februari siang sudah dihapusnya. Percuma, foto itu sudah menyebar kemana-mana dengan screenshot namanya.

Agak aneh seorang ustadz menghapus status kepergian ibadahnya setelah ramai-ramai menjadi perbincangan di medsos.

Pun jejak di twitter jika kita googling namanya, status terakhirnya soal umroh bersama AHY masih tercatat di google namun tidak ditemukan foto di twitternya. Nama ketiga yang sempat saya cek adalah ustadz Hassan Ja’far Assegaf yang mengunggah 6 foto persiapan hingga umrohnya melalui instagram. Hingga tulisan ini dibuat masih nangkring.

Mereka pergi ke Baitullah untuk beribadah namun foto-foto keberangkatan dengan memakai atribut AHY dan menunjuk jari didepan ka’bah sungguh sangat tidak etis (jika tidak mau dibilang menjual agama). Tidak tanggung-tanggung, mereka berangkat dengan business class yan selisih biayanya lumayan.

Umroh Jelas Halal Tapi…..

Kegiatan agama yang sebenarnya biasa tetapi karena waktunya berdekatan dengan Pilkada, memakai atribut calon gubernur maupun menunjuk simbol no urut sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi umat Islam di Indonesia sedang mendapat ujian berat berupa mempertahankan toleransi, keberagamaan, menghargai umat lain yang selama ini diajarkan oleh Rasulullah.

Kejadian ini semakin membuktikan bahwa ada beberapa tokoh agama yang berkelindan dalam kepentingan politik. Menjaga marwah ulama agar tetap pada tempatnya tidak mudah. Disisi lain, kemungkinan mereka berangkat dari biaya sendiri sangat kecil. Lihat dari rentetan foto yang ada, mereka jelas berombongan dan dibiayai.

Ulama atau ustadz mana mau diatur-atur pose jarinya menunjuk angka calon gubernur yang diusung, jaket yang dipakai dan waktu umroh yang bisa dilakukan bersama. Yang mau diatur-atur hanya ustadz yang mendapatkan imbal balik yang seimbang. Merekalah yang jelas mendukung Agus. Memang tidak ada masalah mendukung AHY dan menolak Ahok. Melihat beberapa foto yang diunggah, masak iya semurah itu AHY memberi sesuatu tanpa balasan apapun?

Umrah bagi umat Islam merupakan hal biasa dan memang mengandung nilai ibadah. Hanya saja ketika dicampur politik, umat menilainya seperti apa? Tidakkah kelakuan mereka justru malah membuat Islam yang akhir-akhir ini terkoyak makin tidak keruan? Apakah mereka hanya pandai bertausiah namun tidak mampu menjalankannya?

Sekali lagi, tolong foto umroh dan dukungan ke siapapun jangan dibelokkan. Benar setiap orang berhak mendukung siapapun. Pun demikian setiap umat Islam berhak umroh.

Yang jadi pertanyaan besar, biat apa symbol telunjuk diperlihatkan diberbagai tempat dan pose maupun jaket yang dipakai.

Ulama, ustadz dan kyai seperti kalianlah yang membuat citra Islam makin terperosok. Saya tegaskan, mendukung cagub itu sah. Pun menjalankan ibadah umroh tidak dilarang. Yang jelas rangkaian foto itu tidak berdiri sendiri serta tidak berhubungan. Mereka jelas berhubungan sangat erat dan berkaitan. Sudahlilah penampilan, gaya hidup, tutur kata yang mengandung bunga-bunga surge namun perilaku kalian tidak mencerminkan akhlak.

Jika perilaku ulama, ustadz, kyai seperti ini, pada siapa umat meminta nasehat?

Tuesday, February 14, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: