Siapa Menabur Bakal Menuai

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Hukum alam beberapa diformulasikan oleh ilmuwan, beberapa berjalan dalam keteraturan tanpa dirumuskan. Contoh paling mudah adalah gravitasi, berlaku universal untuk semua. Hindu, Budha, Islam, Kristen, Konghucu atau atheis sekalipun kalau nglempar batu, akan jatuh ke tanah. Keniscayaan. Jelas hukum alam tidak cuma itu, luas, banyak yang belum terformulasikan. Siapa menabur pasti akan menuai, siapa pun. Giving pleasure getting pleasure.

Sudah banyak cerita begitu, dan kita semua pernah mengalami. Kita berbuat kebaikan akan kembali ke kita sendiri. Berlaku umum.

Pernah sebuah keluarga muslim di Bosnia menyelamatkan sebuah keluarga Yahudi pada perang Dunia II, 1945. Mereka memberi tempat sembunyi di rumahnya sehingga keluarga Yahudi itu selamat dari kejaran tentara Nazi dan aparatnya. Keluarga itu hanya berpikir soal kemanusiaan, menolong untuk menolong. No more.

Tidak disangka lima puluh tahun kemudian, sekitar 1995 keturunan keluarga muslim itu mengalami nasib buruk ketika etnis muslim dibantai di wilayah Bosnia. Banyak dari mereka lari dengan naik kereta ke perbatasan terdekat untuk menyelamatkan diri. Mereka bagian dari penduduk daerah Srebrenica, Bosnia yang dibantai oleh pasukan Republik Srpska pimpinan Jenderal Ratko Mladić. Keluarga muslim ini tidak punya dokumen imigrasi kecuali sebuah foto lama. Foto ketika mereka kecil. Di perbatasan, anak keluarga Yahudi yang dulu ditolongnya, yang kini sudah dewasa, sudah menunggu. Di kerumunan orang, entah bagaimana, si Yahudi mendapatkan keluarga muslim itu dan mencocokkan foto yang mereka punya.

Tanpa banyak tanya, keluarga muslim itu langsung diboyong oleh keluarga Yahudi itu ke Israel. Semua ditanggung. Mereka menjalani kehidupan baru di Israel.

Hukum alam bekerja, siapa menabur dia menuai. Siapa berbuat baik, kebaikanlah yang didapat. Siapa menyangka dalam kondisi sangat buruk pembantaian etnis yang PBB pun tidak berdaya, sebuah foto bisa menyelamatkan kehidupan seluruh keluarga?
Maka sebaiknya kita tanam hal-hal baik untuk siapa pun.

Jangan menerima kos dengan batasan agama misalnya atau menerima tetangga yang seagama saja. Kini mungkin kita merasa seperti berjihad dengan gagah, merasa sebagai pemenang yang jumawa dengan meninggalkan rasa pedih pada sebagian yang merasa minoritas yang tidak bisa bersuara. Suatu saat bisa jadi hal yang sama akan menimpa kita atau anak kita. Bisa di tempat kerja, di kampus, di jalan, di bandara, di pulau lain atau di negara lain. Hukum alam melanda siapa saja, atheis sekalipun.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Monday, August 5, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: