Siapa Kualat Siapa

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan
Masih ingatkah kita, saat Gus Dur "dijegal" pencapresannya melalui syarat kesehatan oleh KPU pada tahun 2004? Dan salah satu figur yang berperan dalam skenario penjegalan ini adalah Anas Urbaningrum (AU) selaku Komisioner KPU saat itu.

Dan atas prestasi kotor tersebut, AU telah mendapatkan "reward" dari SBY. Selepas dari KPU, ia menduduki posisi strategis di Partai Demokrat (PD) sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah. Posisi inilah yang kemudian menguatkan jaringan AU baik di internal maupun eksternal partai yang akhirnya mengantarkan dirinya menjadi Ketua Umum. 

Padahal saat itu sebenarnya Cikeas tidak menginginkan AU duduk menjadi Ketum. SBY dan Ani Yudhoyono (alm) lebih condong pada kandidat Ketum yang bukan orang Jawa. Tujuannya adalah untuk penguatan basis suara di luar Jawa. Mengingat sudah ada Soekarwo sebagai Gubernur sekaligus Ketua PD di wilayah Jawa Timur sebagaimana AU berasal.

Anas Urbaningrum yang dianggap sebagai "Anak Durhaka" oleh Cikeas akhirnya terjerat Kasus Korupsi oleh KPK pada 22 Februari 2013. Loyalis AU menganggap Istana telah bermain kotor dalam penjegalannya. Mereka seakan lupa dosa mantan Komisioner KPU yang pernah menjegal Gus Dur itu.

Kini, Partai Demokrat kembali dilanda "kudeta". Moeldoko telah terpilih menjadi Ketua Umum pada KLB di Medan. Lucunya, beberapa pengamat mengatakan ini adalah de javu sekaligus karma atas perlakuan SBY kepada AU. Seolah Anas Urbaningrum adalah sosok yang malati (penyebab kualat). Konyolnya lagi, SBY juga mengatakan ia menyesal pernah mengangkat Moeldoko sebagai Panglima TNI.

Mirip dengan penyesalannya juga yang pernah membawa Anas ke Partai Demokrat. Padahal seharusnya, baik SBY maupun AU harus sadar, bahwa mereka sebenarnya telah menuai kualat Gus Dur dengan karakter Semarnya. "Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji. Dan akhirnya terbukti, mereka telah nyungsep sendiri. 
Jadi, kini sudah jelas: "Siapa Kualat Siapa".
*FAZ*
Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Monday, March 8, 2021 - 09:45
Kategori Rubrik: