Sia-Sia

Oleh: Tomi Lebang

Jangan sia-siakan hidupmu. Itu memang nasihat klise. Tapi orang Makassar tahu persis, banyak hal dalam hidup yang sesungguhnya tak berguna tapi manusia melakukannya. Menulis puisi, bermain layangan, main gaple semalam suntuk, ... blusukan ke got .. ‪#‎eh‬

Kerap saya amati antrian pembeli nasi kuning di Kota Makassar, setidaknya empat dari lima mereka berpesan: “Saya tak pakai krupuk ya, bu.” Orang Makassar tak doyan krupuk, apalagi yang dari congor dan kulit sapi. Krupuk itu makanan sia-sia. Tiada gizi, tiada rasa gurih, hanya keasyikan kriuk-kriuk belaka.

Eh, dan tahukah Anda bahasa Makassar dari kue atau penganan pemanis mulut? Kanre jawa. Ya, mereka menyebutnya kanre jawa. Makanan orang Jawa, hahaha. Bukan makanan kami. Sekali pun di Makassar banyak jenis penganan – cucuru’ bayao, jalang kote, bannang-bannang, katirisala, dll – secara umum mereka menyebutnya kanre jawa. Makanan yang tak berguna, hanya menambah-nambah gula darah.

Jangan pula bertanya Jawa itu maksudnya orang dari mana? Semua yang datang dari pulau bernama Jawa ini, termasuk orang Sunda, Baduy luar dan dalam, Banten, Jakarta, adalah orang Jawa. Tak perlu dibantah, pengetahuan geografi kami itu sudah benar...  Anda bantah, kami ngeyel. Biar tekor asal kesohor, kata orang Betawi.

Hidup orang Makassar itu sungguh tak rumit-rumit, asal ada makanan bergizi dan disantap rame-rame bersama kawan-kawan dan kerabat, bahagialah mereka. Tak ada yang rumit karena mereka menghindarkan pekerjaan yang sia-sia. Jangan bilang nongkrong berlama-lama di warung kopi itu sia-sia. Itu sangat irit. Bayangkan, hanya segelas kopi, tapi bisa berjam-jam duduk sembari menyedot bergiga-giga byte data dari wifi gratis. Sungguh hidup yang tak terbuang percuma.

Mungkin karena itu, orang Makassar jarang yang merasa hidup susah. Bahkan ketika kesulitan menemukan kata Makassar untuk angka 8 (delapan), mereka seenaknya menyebutnya dengan “siagang tuju”. Bahasa Makassar untuk DELAPAN itu siagang tuju, sodara-sodara. Artinya? Temannya angka tujuh! Jangan dibikin rumit, tak perlu merujuk pusat bahasa ....

Bagi kami di Makassar, hidup itu mudah, jangan dibuat susah. Hidup itu berguna, jangan dibuat sia-sia.

(Sumber: Facebook Tomi Lebang)

Wednesday, March 2, 2016 - 17:15
Kategori Rubrik: