Si Kembar Jenius

Oleh: Liza Novijanti
 

Aris dan Anis (bukan nama sebenarnya) keduanya maju ke podium mendapat peringkat 1 dan 3 nilai UN tertinggi. Langsung ibu2 rame... Kasihan ya kata Mereka Aris tidak diterima undangan di Sipil UI. Anis tidak diterima di Mesin UI pilihan pertamanya, walaupun diterima di pilihan ke 2 Biomedis IPB.

Saya masih terkagum2 mengingat penampilan si kembar di Olimpiade Indonesia cerdas di RTV. Seringkali tanpa menghitung di kertas, menutupkan mata sebentar dan ketika membuka matanya lagi, mereka menjawab soal hitungan Kimia, fisika ataupun matematika, dan jawabannya benar. Walaupun tidak selalu menjawab tanpa menghitung di atas kertas, tapi bagi saya tetap mengagumkan. Mereka menang sampai beberapa sesi. Sampai akhirnya dikalahkan di babak final dan menempati posisi juara 2 Nasional.

Kembar jenius ini selalu memilih sekolah yang paling dekat rumah, bukan yang terfavorit, walaupun bisa diterima di sekolah lanjutan rerfavorit di Depok. Saya bisa mengerti, untuk keluarga sederhana seperti saya, tentu berat jika selalu memasukkan sekolah 2 anak sekaligus. Universitaspun mereka memilih yg sekota dg rumah.

Menurut cerita yang beredar, ke dua jenius ini tidak diterima di teknik sipil dan mesin UI lewat jalur undangan akibat kelakuan alumni SMAN 2 Depok yg diterima di jalur undangan di fakultas tersebut, tapi meninggalkan bangkunya karena songong.. Karena IPK nya sempurna 4 maka menurut si songong, UI sudah tidak menantang lagi, dan akhirnya pindah ke ITB. Satu lagi fakultas kedokteran UI juga menandai sekolah ini akibat alumni yang di DO.

Anak2 yang diterima lewat jalur undangan mempunyai tanggung jawab menjaga nama baik almamater, dengan belajar giat dan lulus dengan nilai memuaskan. Agar adik kelasnya dipercaya untuk diterima di Universitas negeri almamater mereka. Menjadi pelajaran bagi adik2 semua yang diterima lewat jalur undangan atau tanpa tes, untuk tetap menjaga amanah dan bertanggung jawab atas pilihan yang telah dibuat.

Si kembar ini yang daftar STAN saja cuma 1. Saya tidak yakin apa sebabnya. Karena salah satu tidak berminat, atau karena tidak sanggup biayanya jika dua2nya masuk STAN. Karena walaupun gratis tis, tapi untuk biaya hidup dan kos di sana cukup mahal. Sedangkan jika kuliah di UI, kemungkinan untuk mendapat beasiswa sangat besar.. Karena begitu banyak beasiswa bertebaran yang ditawarkan di UI. Beberapa kenalan saya yang kuliah di UI kebetulan semuanya dapat beasiswa di UI asalkan IPK nya 3 ke atas, dan itu tidak sulit, karena dosennya baik2, asalkan rajin mengerjakan tugas. Kenalan saya anaknya dalam waktu 5 tahun, lulus S1 sekaligus S2 dengan beasiswa di Tekling UI, IPK hampir 4. Setelah lulus langsung diterima bekerja di Kementrian ESDM walaupun melalui tes. Itulah yang membuat anak saya tergiur, dan memilih jurusan tsb.

Saya yakin si Kembar akan mendapatkan bangku kuliah yang diinginkan melalui jalur tes reguler SBMPTN. Walaupun cukup menyedihkan mereka terganjal di jalur undangan hanya karena track record kakak kelas yang tidak bertanggung jawab.

 

(Sumber: Facebook Liza N)

Monday, May 23, 2016 - 14:15
Kategori Rubrik: